HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

ISIS Masuk Indonesia? Gebuk Saja!

"ISIS ITU LEMAH. Memang tidak seperti itu kelihatannya sekarang, tapi inilah kenyataannya, dan mereka tidak ingin kita mengetahuinya.” ~ Waleed Aly PinterPolitik.com Selasa (4/7) dini hari,...

Ujian Nasional 2017 – SMA / MA

Dahsyat, Ternyata ISIS Adalah Korporasi

ISIS menjalankan bisnis konflik di Suriah dan Irak melalui perdagangan minyak, penarikan pajak, perdagangan budak perempuan, hingga penyanderaan warga asing. Diperkirakan total uang yang...

Siapa Lawan dan Kawan HT?

Tak tanggung-tanggung, ada tiga kasus yang kini sedang mengejar salah satu miliuner Indonesia, Harry Tanoesoedibjo (HT). Kasus tersebut adalah, pemecatan sepihak oleh PT. Media...

Politik Matador Ala Fahri Hamzah

Dari ingin membubarkan KPK, mendukung pembentukan pansus hak angket, sampai dipecat oleh partainya sendiri, tindak-tanduk Fahri Hamzah ibarat 'matador' yang terus memancing kontroversi. Pinterpolitik.com Menggunakan kemeja...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah