HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Cak Imin Jegal Khofifah

Sudah sejak lama Khofifah Indar Parawansa disebut-sebut akan maju di Pilgub Jatim. Namun ketika dirinya merasa siap dan mulai dilirik partai besar, niatnya itu...

Pemilu Tolikara – Potret Oligarki Indonesia

Melihat situasi politik Indonesia yang semakin tidak karuan, maka kita membutuhkan konsensus baru untuk meredam pengaruh oligarki dalam sistem demokrasi di negara ini. PinterPolitik.com  Gubernur Papua,...

Utang Indonesia Membesar, Sanggup Bayar?

Dalam 2,5 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, jumlah utang pemerintah Indonesia bertambah Rp. 1062 triliun. Sejak akhir 2014 sampai akhir April 2017, utang Indonesia...

Ketika Kapitalisme dan Religi Berbenturan

“Semakin cepatnya perkembangan sebuah peradaban, semakin cepat pula peradaban itu lenyap dan digantikan dengan peradaban lainnya yang timbul di tempat itu.” ~ Havelock Ellis PinterPolitik.com Pemerintah...

KPK Dihajar, Jokowi Diam, Ada Apa?

Drama politik kembali melanda KPK. Kali ini lembaga anti rasuah itu diserang oleh Pansus Hak Angket yg dibentuk oleh DPR. Katanya, Jokowi ingin memberantas...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah