HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Fadli Zon ‘Kambing Hitam’ Kerusuhan

“Dear Fadli Zon .. Harus berapa polisi lagi mati supaya selesai revisi UU terorisme?” ~ Denny Siregar PinterPolitik.com Wakil Ketua DPR Bidang Polhukam, Fadli Zon, mau...

Rizieq ‘Cawapres Tameng’ Jokowi

"Renas 212 berikhtiar agar tokoh Islam diberikan proporsi yang sesuai. Saya kira Habib (Rizieq) sebagai pemimpin dan penentu umat Islam Indonesia akan bagus apabila...

AHY ‘Dipaksa’ Makin Beken

"Kami yakin (elektabilitas) ini akan naik lagi, belum berhenti karena sekarang masih keliling dan nanti bulan Ramadhan sebulan keliling lagi. Dan tidak hanya sekedar...

Amien Rais si ‘Bapak Nyinyir’

"Dia sebenarnya bisa jadi presiden saat itu, tapi tidak memilih itu. Kalau hari ini pak Amien kritis berarti dia tak berubah. Karena peran pak...

Jurus Prabowo Luluhkan Mega

"Jangan artikan pertemuan saya dan mba Puan membahas kemungkinan comeback-nya MegaPro (Mega-Prabowo) atau rekonsiliasi (Gerindra) untuk bergabung bersama (Pak Jokowi) di 2019,” ~ Ketua...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah