Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?
“Demi menjaga ketahanan sosial bangsa Indonesia, jangan politisasi peristiwa kerusuhan ini untuk tujuan-tujuan politik pragmatis yang justru akan memperkuat kelompok-kelompok intoleran, radikal, dan teroris.”...
"Mungkin ada perlakuan tidak adil. Ada peristiwa pejabat tak mau dipindah ke LP. Ada perasaan tidak adil, kadang-kadang memancing orang melakukan tindakan perlawanan." ~...
"Selama 10 tahun pemerintahan Kang Aher (Ahmad Heryawan) itu yang jadi masalah kan. Sampai akhirnya harus diambil alih oleh Presiden Jokowi." ~ Ridwan Kamil
PinterPolitik.com
Perhelatan...
"Oposisi Malaysia menang karena kemerosotan ekonomi dan isu investasi Tiongkok, persis seperti di Indonesia. Pak Prabowo insyaallah akan menang pada 2019, mengalahkan Pak Jokowi,"...
"Pak Jokowi harus nonton lah ini supaya tidak salah paham melulu (dengan massa aksi 212)." ~ Fadli Zon
PinterPolitik.com
Dari sekian banyak aksi yang identik dengan...