HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Budi Gunawan ‘Hajar’ Politikus

“Demi menjaga ketahanan sosial bangsa Indonesia, jangan politisasi peristiwa kerusuhan ini untuk tujuan-tujuan politik pragmatis yang justru akan memperkuat kelompok-kelompok intoleran, radikal, dan teroris.”...

Fahri ‘Biang’ Kerusuhan

"Mungkin ada perlakuan tidak adil. Ada peristiwa pejabat tak mau dipindah ke LP. Ada perasaan tidak adil, kadang-kadang memancing orang melakukan tindakan perlawanan." ~...

Ridwan Kamil Bongkar ‘Kegagalan’ Aher

"Selama 10 tahun pemerintahan Kang Aher (Ahmad Heryawan) itu yang jadi masalah kan. Sampai akhirnya harus diambil alih oleh Presiden Jokowi." ~ Ridwan Kamil PinterPolitik.com Perhelatan...

Tiru Mahathir, Prabowo Tumbangkan Jokowi?

"Oposisi Malaysia menang karena kemerosotan ekonomi dan isu investasi Tiongkok, persis seperti di Indonesia. Pak Prabowo insyaallah akan menang pada 2019, mengalahkan Pak Jokowi,"...

Fadli Zon ‘Si Penghasut’ Jokowi

"Pak Jokowi harus nonton lah ini supaya tidak salah paham melulu (dengan massa aksi 212)." ~ Fadli Zon PinterPolitik.com Dari sekian banyak aksi yang identik dengan...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah