Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?
“Mungkin akan nyusul, saya buat beras renceng sachetan yang isinya 200 gram. Itu bisa dibeli oleh masyarakat minim dengan harga Rp 2.000, bisa makan...