HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Prabowo Lupa Diri?

"Kami yakin mungkin ada pihak-pihak yang ingin Indonesia gaduh. Mereka mau bikin kacau. Islam Indonesia itu damai. Gak ada Islam yg jahat seperti itu....

Wakil Rakyat Terancam ‘Digulingkan’

"Kalau sampai akhir tahun ini belum juga ada pengesahan UU penanganan terorisme, mari kita bangun tagline #GantiDPR2019, rakyat yang menentukan." ~ Romo Agus Ulahayanan PinterPolitik.com Dari...

Indonesia ‘Pekok’ Versi Amien Rais

"Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh digunakan oleh bangsa sendiri setelah bangsa lain dicukupi...

Teror Bom, Fadli Dihujat

“Terorisme biasanya berkembang di negara yang lemah pemimpinnya, mudah diintervensi, banyak kemiskinan dan ketimpangan dan ketidakadilan yang nyata,” ~ Wakil Ketua DPR RI, Fadli...

Surya Paloh ‘Hajar’ Pemerintah

"Jelas ini bukan hanya kecolongan, kelalaian besar sudah ini. Sekali lagi saya katakan, Presiden harus segera bertindak tegas kali ini repositioning siapa saja yang...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah