HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Kapolri Si ‘Pemesan’ Perppu

“Revisi jangan terlalu lama, sudah satu tahun lebih. Undang Undang agar dilakukan cepat revisi, bila perlu Perppu dari Bapak Presiden.” ~ Tito Karnavian PinterPolitik.com Negeri sedang...

Prabowo Si ‘Penguntit’ PKS

"Kami banyak nyontek dari PKS. PKS kalau bikin kaderisasi itu kuat, di kemah, di gunung. Jangan mau kalah sama PKS. Kami banyak nyontek antum-antum...

Isu-isu SARA

Indonesia “Keok” Di Asia?

Hasil studi Lowy Institute memperlihatkan kalau di era Jokowi, Indonesia mengalami penurunan pengaruh di Asia. Mengapa ini bisa terjadi? PinterPolitik.com “Politik internasional seperti politik lainnya, adalah...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah