HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Sohibul ‘Morotin’ Uang Negara?

"Saat ini pembiayaan kompetisi demokrasi ditanggung partai politik. Ini menyebabkan demokrasi mahal. Akibatnya mereka yang terpilih bukan yang punya integritas dan kapabilitas, tapi semata-mata...

‘Hoax’ Gizi Buruk ala Ridwan Kamil

“Saya mengunjungi Hasanudin yang menderita gizi buruk. Mohon doanya agar program kesehatan yang sudah berjalan di Kota Bandung, bisa dilanjutkan untuk Jawa Barat,” ~...

Topeng Dua Wajah Cak Imin

"Wah ramai sekali ngalahin Pak Gatot kemarin. Kalau gini tanda-tanda Cak Imin calon Wakil Presiden semakin kuat. Kalau Cak Imin jadi Cawapres kan enak...

Menumpang Terorisme ala Fadli Zon

Pernyataan sikap Fadli Zon terkait teror bom di Surabaya dikecam warganet. Fadli dianggap menggunakan tragedi untuk menyerang pemerintah. PinterPolitik.com Pemimpin lemah. Begitu kata Wakil Ketua...

Indonesia Melawan Terorisme

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah