HomeCeloteh‘Hoax’ Gizi Buruk ala Ridwan Kamil

‘Hoax’ Gizi Buruk ala Ridwan Kamil

“Saya mengunjungi Hasanudin yang menderita gizi buruk. Mohon doanya agar program kesehatan yang sudah berjalan di Kota Bandung, bisa dilanjutkan untuk Jawa Barat,” ~ Calon Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil.


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]alam setiap kesempatan Pemilihan Gubernur (Pilgub), sudah jadi hal lumrah bagi para kandidat untuk mengangkat isu seperti kesehatan, khususnya gizi buruk. Untuk beberapa wilayah di Indonesia, permasalahan gizi buruk memang sesuatu yang acap kali terjadi. Misalnya saja pada daerah pemilihan umum Purwakarta, Jawa Barat (Jabar). Calon Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengunjungi salah satu warga penderita gizi buruk.

Sepintas sih gak ada kendala ya dalam kunjungan Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) terhadap warga penderita gizi buruk tersebut. Tapi belakangan, hal ini menjadi polemik. Pasalnya Hasanudin (18) -warga yang diduga mengalami gizi buruk- membantah kalau dirinya mengidap gizi buruk. Nah loh, kok bisa beda?

Mengunjungi Hasanudin, anak berusia 18 tahun yang menderita Malnutrition Energy Protein (Busung Lapar) di Kecamatan…

Posted by Ridwan Kamil on Friday, 11 May 2018

Bahkan dua kepala desa setempat, Desa Cadasmekar dan Sukasari merasa keberatan kalau Ridwan Kamil menyebut ada warga di daerahnya yang mengidap gizi buruk. Gak tanggung-tanggung loh, mereka berdua  menuntut Kang Emil untuk meminta maaf secara terbuka. Kalau gak, ya siap-siap aja dilaporkan ke polisi.

Kok jadi pelik gini ya. Kayaknya Kang Emil tujuannya baik deh. Kan dia mengidentifikasi warga yang diduga gizi buruk. Toh saat itu juga ada dokter pendamping yang menyatakan Hasanudin menderita gizi buruk. Jadi kenapa dua Kades ini serasa kayak kebakaran jenggot ya. Biasa aja keles. Gak usah respon lebay gitu!

Baca juga :  RK-Dudung Kompak di Cianjur

Berdasarkan keterangan Hasanudin, dia itu sedang menempung pendidikan di Pesantren Daarul Tawwabiin, Desa Karoya, Tegalwaru. Tapi kebetulan jam empat pagi dijemput oleh alumni pondok dengan motor untuk menuju rumah di Desa Cadasmekar. Dugaannya sih demi kepentingan gimmick kampanye.

Penculikan apa gimana sih? Kok pertemuan antara keduanya harus dikondisikan sedemikian rupa? Tapi apa benar Hasanudin menderita kurang gizi? Menurut Ujib (65), orantua Hasanudin, anaknya itu waktu kecil terkena penyakit liver sehingga pertumbuhannya terganggu. Tapi untuk gizi Hasanudin diklaim tercukupi.

- Advertisement -

Ayo loh kalau orangtuanya aja udah bilang gitu, sekarang Kang Emil mau bilang apa coba? Jadi bener gak nih kalau pertemuan itu settingan demi kepentingan gimmick kampanye? Orang yang disebut menderita gizi buruk juga menolak tuh dituding gitu. Kang Emil gak lagi nebar Hoax kan ya? Ya udah sih, kalau salah identifikasi orang, ya tinggal minta maaf. Kalau kata Gus Dur. “Gitu aja kok repot.” (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...