HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Jokowi Lagi Capek, Pantes Kasar

“Mengapa emosimu mudah terbakar dan mudah meledak-ledak? Itu emosi atau LPG subsidi ya?” ~GRDZM PinterPolitik.com Presiden Jokowi mengaku agenda kegiatannya semakin padat belakangan ini, terutama saat...

Yakin Jokowi Alergi Aseng-Asing?

  “Politik tidak akan bisa lepas dari kehidupan insan di muka bumi ini. Buktinya, spesisies kampret dan cebong saja sangat gemar manuver politik.”  PinterPolitik.com Bupati Banyuwangi Abdullah...

PAN Tebeng Hanum dan Rangga?

Nampaknya bukan hanya Hanum Rais yang berharap popularitas dari film ini. PAN sepertinya juga berharap kecipratan popularitas dan dampak signifikan secara politik PinterPolitik.com “Menonton adalah mempercayai,...

Kuburan Tunjukkan Siapa Itu Sandi

“Kejenuhan mengantarkan diriku ke ruang hampa. Setelah diriku masuk ke ruang itu, sontak jiwaku mengucap rasa syukur yang tak terhingga! Jiwaku berkata: ‘Betapa indahnya...

Sandi Jadi Pahlawan Cabai-cabaian

“Perlawanan adalah kebahagiaan kecil yang akan terus hidup. Maka tidak rela bagiku melepas kebahagiaan ini, apalagi mereka yang berusaha merenggutnya.” ~ GRDZM PinterPolitik.com Calon wakil presiden...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah