HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Ma’ruf Tak Mau Reuni

"Aku bilang, selamat tinggal, kau bilang, sampai jumpa. Kau belum benar-benar pergi, tapi aku sudah rindu." ~Alvi Syahrin PinterPolitik.com Tak dapat dipungkiri, aksi bela Islam 212...

Perang Puisi Fadli vs Irma

"Semua bahasa bersifat retoris, dan bahkan rasa adalah syair." ~George Santayana PinterPolitik.com Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon itu sebenarnya penyair atau politikus sih? Atau...

Jokowi Raja Penguasa Jateng?

"Jadi raja di negara kecil atau jadi prajurit di negara besar?" ~Anonim PinterPolitik.com Beberapa waktu lalu, melewati jalan raya di Purwerejo serasa masuk ke kawasan kerajaan....

Anies Siap Sambut Banjir

"Hormati kerja mereka dengan tidak membuang sampah ke saluran. Jangan giliran banjir selalu menyalahkan pemerintah." ~Ridwan Kamil PinterPolitik.com Musim hujan telah tiba. Horeee! Siap-siap waterboom dadakan....

Jokowi Santri, Fakta atau Hoaks?

"Kebaikan seorang santri tidak dilihat ketika dia berada di Pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni." ~Gus Dur PinterPolitik.com Antek PKI, bukan seorang muslim, sampai dicap anti...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah