Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
Salut sih dialog sama pimpinan daerah sudah bisa langsung kasih solusi. Warga Depok silahkan absen di kolom komentar ya!Btw admin terdeteksi sering lewat jalan...
Audio ini dibuat dengan teknologi AI.
Absennya PDIP dan NasDem dari kabinet Prabowo-Gibran membuka ruang spekulasi baru jelang 2029. Menariknya, Anies Baswedan dinilai berpotensi menjadi...
“The Komeng Way” menampilkan gaya Komeng di DPD RI yang cair, humoris, tapi tetap mengandung kritik substansial. Dari plesetan “KemenHUT” hingga kijang masuk tol, ia hadirkan warna baru komunikasi politik. Lalu, mungkinkah model ini jadi wajah parlemen masa depan Indonesia dalam berbagai sisi esensi?
Dari Nepal hingga Kazakhstan, serangkaian gejolak politik di negara-negara perbatasan Tiongkok menunjukkan pola yang mencurigakan. Krisis-krisis yang terjadi di kawasan ini bukan sekadar fenomena politik domestik biasa, melainkan bagian dari strategi geopolitik yang lebih besar dalam persaingan kekuatan global.