HomeCelotehUang Jajan Si Bungsu

Uang Jajan Si Bungsu

Kecil Besar

“Mendingan kasih kami saja uangnya, alihkan saja ,” begitu kira-kira perkataan KPK.


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]K[/dropcap]isah perang saudara antara lembaga penegak hukum ini sempat merajai perhatian masyarakat Indonesia. Bahkan, dianalogikan dengan pertarungan binatang, seperti cicak dan buaya. Tak hanya satu lagi, bahkan berkali – kali.

Namun, kini dua kakak beradik ini membangun romantisme bersama untuk membumihanguskan para tikus pemakan uang rakyat.

Bagi sebagian orang, kabar ini tak menyenangkan. Bahkan, ada pihak yang menari bahagia mendengar kabar ini. Si bungsu, Densus Antikorupsi tak diterima.

Menakar respon tentang baik buruknya lembaga antirasuah. Sebagai lembaga yang masih di tataran wacana, Densus Antikorupsi masih belum diterima keberadaannya oleh Pemerintah.

Ibarat kelahiran anak yang belum diterima ibu dan ayahnya. Tapi, karena sang ibu yang melahirkannya, ia berencana memberikan uang jajan kepada si bungsu, Densus Antikorupsi. Tapi, lagi dan lagi ayahnya dengan mata melotot masih belum mengizinkan si bungsu mendapatkan uang jajan.

Selain karena uang jajan yang fantastis Rp 2,6 triliun, keberadaannya si bungsu pun masih belum dianggap. Jadi wajar masih belum dikasih uang jajan.

Sempat berhembus angin segar bagi si bungsu dari berbagai pihak yang menyambut baik kehadirannya di muka bumi. Karena dapat membantu membersihkan rumah dari tikus laknat penggerogot harta benda.

Namun, jangan lupa. Si bungsu, Densus Antikorupsi memiliki kakak yaitu KPK yang sudah jadi anak kesayangan orangtuanya. Segala tata pola langkah kakaknya itu dibiayai oleh orangtuanya.

Tapi, kakaknya agak sedikit ‘nakal’ sehingga banyak koruptor yang tidak menyukainya. Koruptor loh yang pada ga suka sama KPK. Jadi yang pada sibuk angket KPK itu pihak yang tidak suka kali ya? Baru kali loh belom tambah kurangi bagi apalagi sama dengan. Hahaha

Namun, muncul lagi kenakalan baru KPK yang sesumbar meminta ‘jatah lebih’ kepada orangtuanya. Terlebih, KPK meminta jatah tambahan itu diambil dari rencana pemberian uang jajan untuk adiknya, Densus Antikorupsi. Uang jajannya Rp 2,6 triliun loh jumlahnya, emang KPK mau jajan apaan sih? Gedung kan udah baru. Hadeuhhh.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

“Mendingan kasih kami saja uangnya, alihkan saja ,” begitu kira-kira perkataan KPK.

Entah memang kebutuhan kakak yang banyak sehingga memberanikan diri meminta uang lebih atau untuk berkelakar saja.

Si bungsu hanya bisa tertegun saja. Ketika ia meminta uang jajan Rp 2,6 triliun, tapi ia belum bisa menerima jajan karena ayahnya belum memberikan izin.

Dilema ini diperparah dengan keinginan kakaknya, KPK yang meminta uang jajan Densus Antikorupsi dialihkan kepadanya. Alamak!

(Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...