HomeCelotehAnies-Sandi, Melayani Enggan Menemui?

Anies-Sandi, Melayani Enggan Menemui?

Pengaduan di Balai Kota akan dihilangkan! Wah, ke mana rakyat akan mengadu, Pak?


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]M[/dropcap]asih ingatkah dengan komitmen yang dikatakan pasangan Anies – Sandi ketika resmi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta? “Sesungguhnya kami adalah tempat amanat untuk bekerja 24 jam, 7 hari, dan selama 5 tahun ini untuk seluruh warga Jakarta.”

Wah… super sekali Bapak Anies-Sandi, seperti Superhero. Salut!

Anies-Sandi pun diketahui merasa senang dengan adanya fasilitas pelayanan pengaduan di Balai Kota yang sudah cukup lama berjalan. Jadi, warga bisa bertemu langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Tapi, setelah 8 hari resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta, Anies-Sandi malah mengatakan kalau mereka tengah mencari solusi agar warga Jakarta yang ingin mengadu tidak perlu repot-repot datang ke Balai Kota. Loh, kenapa Pak?

Ternyata, Anies mengaku kasihan dengan warga yang tinggal jauh dari Balai Kota, karena jadi harus mengeluarkan banyak uang untuk transportasi. Anies juga mengatakan kalau sistem pengaduan tersebut tidak terlalu efektif.

Padahal, banyak lho warga Jakarta yang ingin mengadu sekalian foto-foto bareng sama Anies-Sandi, seperti yang dilakukan oleh gubernur sebelumnya.

Jadi, di mana lagi Pak jika warga ingin mengadu?

Menurut Sandi, pelayanan pengaduan rakyat sebenarnya bisa dilakukan di masing-masing kelurahan dan kecamatan warga. Sebab banyak pengaduan warga yang sebenarnya bisa ditangani di dua kantor pelayanan masyarakat tersebut.

Jadi, warga tidak perlu mengeluarkan banyak uang atau jauh-jauh datang ke Balai Kota hanya untuk mengadu. Tapi, bila keluhan tersebut tidak bisa ditangani oleh kelurahan dan kecamatan, barulah pengaduannya dibawa ke Balai Kota.

Walau rencana ini masih berupa wacana dan akan diperbincangkan lagi dengan jajaran  kelurahan dan kecamatan, namun sudah banyak warga yang merasa kecewa dengan upaya ini.

Baca juga :  5 Menit Untuk 5 Tahun!

Memang benar kalau kelurahan dan kecamatan memiliki tugas untuk melayani warga di wilayahnya, bahkan dengan cara yang cukup mudah, yakni melalui aplikasi Qlue.

Sayangnya, cara ini tidak berjalan dengan baik. Diperkirakan ada sekitar 13 Kantor Kelurahan yang dikabarkan suka mengabaikan keluhan dari warganya, bukan cuma puluhan, bahkan hingga ratusan keluhan! Jadi wajar saja bila warga memilih langsung datang ke Balai Kota hanya untuk mengadu.

Sudah diduga, solusi pemimpin baru Jakarta ini pun jadi hot topic, terutama di media sosial. Sebab, kalau memang tugas pelayanan pengaduan langsung jadi dilemparkan ke kelurahan dan kecamatan, lalu bagaimana dengan janjinya yang akan melayani warga 7 x 24 jam?

Hmm,kita tunggu saja ya bagaimana kelanjutannya. Jangan sampai rakyat di php-in deh. (SA)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Kontroversi Hati Registrasi Sim Card

Sejak 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018 seluruh pemilik kartu SIM prabayar di Indonesia diwajibkan untuk mendaftarkan data diri! PinterPolitik.com Begitulah bunyi iklan dan berita...