HomeCelotehTiga Kader Banteng Jago Menghilang

Tiga Kader Banteng Jago Menghilang

Kecil Besar

“Apalah artinya kehilangan, jika tak mampu menggugah kesadaran?” ~ Lenang Manggala


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]imsalabim jadi apa prok-prok-prok. Dibuka jadi apa ya? Wah kosong, ulangi ahSimsalabim dibuka jadi apa? Wah masih kosong juga, pakai simsalabim kok nggak bisa ya?

Hmmm, pantesan mantra ini ga bisa dipakai lagi karena sudah habis dipakai empunya weeleeeeh weleeeeh.

Lah emang dipakai empunya buat apa?

Waduh ternyata dibuat untuk menghilangkan sesuatu. Wiidiiiihh ngeri kali. Wkwkk

Usut punya usut, ternyata mantra ini digunakan untuk menghilangkan tulisan di sebuah surat. Hmm, untuk keperluan apa dan siapa? Entahlah.

Dalam waktu yang lebih kurang bersamaan, pengacara setia Papa, Maqdir mengeluhkan ada tiga nama politikus Banteng yang hilang di surat dakwaan kasus yang menjerat Papa. Wewww, jangan – jangan…

Padahal tiga nama itu memiliki keterkaitan dengan kasus yang menjerat kliennya. Masa iya tiba-tiba hilang.

Karena skeptis, pengacara Papa akhirnya mempertanyakan hilangnya tiga nama yang ada di dakwaan. Hayooo lohhh ketauan kan wkwkwk. Pada kemana namanya nih hmmmm.

Tapi kenapa dihilangkan ya? Ada apa? Apa mungkin ada campur tangan politik dalam proses hukum? Atau memang efek dari mantra untuk menghilang itu? Hmmmm sungguh sulit diungkap sepertinya huhuhu.

Masa iya tiga politikus itu tiba – tiba dapat imunitas jadi kebal hukum. Ah, rasanya ga mungkin. Tapi kok bisa hilang gitu ya? Sungguh aneh bin ajaib. Weleeh weleeeeh.

Hanya mantra yang bisa menghilangkan tiga nama itu. Kalau ada mantra, otomatis ada yang membacakan mantranya kan? Nah itu siapa kira-kira hehehe. Hmmm, jangan saling tuding mari bersama meluruskan.

Anehnya tiga nama itu berasal dari partai yang sama dan memiliki keterkaitan dengan kasus yang menjerat Papa, kok malah ilang tiga-tiganya ya. Waduh semakin terang benderang ya.

Memang kalau politikus yang kena kasus pasti berpotensi dicampur adukan dengan politik jadi pasti abu-abu. Tak jelas antara definisi hitam dan putih. Semuanya jadi campur aduk.

Makanya perlu ada yang rasional menjabarkan alasan kenapa menghilang dan adanya diskursus dengan argumentasi hukum yang kuat. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...