HomeCelotehTGB Pilih ‘Berteduh’ di Golkar

TGB Pilih ‘Berteduh’ di Golkar

Kecil Besar

“Apakah ada di dunia ini seorang politikus dengan hati mulia dan niat lurus?” ~Tere Liye


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]antan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) akhirnya melabuhkan pilihan setelah kemarin-kemarin sempat dilirik sama NasDem dan PKB.

Uwuwuwuw, jadi setelah hubungan memanas dengan Partai Demokrat, Pak TGB milih berteduhnya di bawah pohon beringin nih? Ehh, maksudnya lebih memilih Golkar gitu? Lebih adem ya?

Ya, mungkin Golkar memang menjadi pilihan paling sejuk bagi TGB. Katanya karena Golkar itu partai tengah-tengah, nggak kiri, nggak kanan, dan kokoh pada nilai teknokrasi. Moderat gitulah, jadi nyaman menurutnya.

Menurut TGB, sikap penengah menjadi hal yang amat penting di era perpolitikan sekarang maupun di masa depan. Yang nggak konfrontatif, tidak diametral. Jadi pola berpikirnya harus selalu mengarah ke solusi. Itu yang penting untuk sebuah bangsa.

Ehmm, tapi emang Golkar begitu ya? Kalau emang selalu berpikir solutif, tolong ditanyain dong solusi pemberantasan korupsi di Indonesia gimana? Atau paling nggak tolong tanyain Golkar tahu nggak caranya biar nggak jadi partai terkorup? Edededeh

Kenapa TGB pilih Golkar? Karena lebih rimbun 'tawarannya'? Share on X

Oh ya, ngomong-ngomong Pak TGB nggak takut dibilang kutu lompat nih? Kubu oposisi ada yang udah bisik-bisik loh soal ulama kutu loncat. Hihihi

Tapi ya namanya politikus mah biasa lompat-lompat indah begitu. Mau background-nya apa juga, lumrah. TGB sendiri mengatakan, sebenarnya bergabungnya dirinya ke Golkar nggak secara tiba-tiba, perlu waktu cukup lama untuk membangung proses komunikasi.

Alhamdulillah ya, dari proses komunikasi yang panjang, akhirnya bisa masuk Golkar dan langsung di kasih dua jabatan sekaligus. Ketua Koordinator Bidang Keumatan dan Wakil Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Legislatif dan Presiden Partai Golkar gitu loh. Ekspres sekali. Padahal yang lain kalau mau dapat jabatan harus jadi kader minimal lima tahun dulu. Memang istimewa syekali… Hihihi.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sih sudah menegaskan, terkait alasan penunjukan TGB untuk menjabat di posisi-posisi tersebut adalah karena track record-nya baik. Bergabungnya TGB juga ditegaskan Airlangga, sudah melalui prosedur rapat internal pengurus dan rapat pleno secara resmi yang sama-sama menyepakati masuknya TGB ke dalam kepengurusan.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Yaa, semoga aja kehadiran TGB di posisi atas yang instan di Golkar nggak akan memunculkan kecemburuan ya. Soalnya manusia kalau udah cemburu suka nganu… (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...