HomeCelotehSungai Citarum 'Diperalat'?

Sungai Citarum ‘Diperalat’?

“Telah berlalu show politik permainan citra, sebab rakyat sudah terlatih memisah dusta dari kata.” ~ Najwa Shihab


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ungai Citarum yang terletak di Provinsi Jawa Barat masih ‘nyaman’ dengan kondisi yang memprihatinkan. Dua program revitalisasi dari Pemerintah sudah dijalankan sejak 2001 namun tak mempan sama sekali.

Karena kondisinya yang sangat parah sehingga tak heran dijuluki sebagai sungai terkotor di dunia, weleeeeh weleeeh. Ini jelas bukan prestasi, tapi potret memilukan.

Bukan hanya pola hidup masyarakat yang perlu mendapat perhatian karena sampah rumah tangga yang menggunung, tapi air di Sungai Citarum pun dicemari limbah beracun yang dibuang pabrik.

Aahhh syudahlah. Apakah Sungai Citarum akan abadi menjadi sungai terkotor di dunia?

Dan bila ada janji Pemerintah Pusat maupun Provinsi yang akan membersihkan Sungai Citarum dalam waktu yang singkat. Awaas! Perlu diwaspadai bahwa itu adalah omong kosong.

Semisal ada yang mengatakan, setahun atau dua tahun lagi air Sungai Citarum sudah bisa diminum. Kalau ga bersih juga gimana? Pemerintah mau paksa warga minum air kotor? Ahh bohong!

Apalagi janji manis itu munculnya pas mau Pilkada atau Pilpres? Tahukan kemana arahnya? Pilih saya, pilih saya, heuhhhh!

Tapi kalau pencemaran air di Sungai Citarum salah satunya diakibatkan oleh limbah beracun dari pabrik – pabrik. Segalak apa sih Pemerintah menindak pabrik – pabrik yang membuang limbah sembarangan?

Sekarang kan Pemerintah seolah – olah teriak untuk menggaungkan Sungai Citarum harumlah, bersihlah apalah, tapi kalau ujung – ujungnya tetap loyo kepada pabrik – pabrik nakal itu, jangan harap Sungai Citarum bisa diminum, dilihat saja tak elok, weleeeeh weleeeeh.

Tapi katanya tenang saja, sekarang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kemenko Kemaritiman membuat program Citarum Harum, hmmm ngaruh atau sia – sia ya? Ahhh ga yakin! Tapi namanya usaha coba aja dulu.

Baca juga :  Bukan Teruskan Jokowi, Prabowo Perlu Beda?

Karena eeh karena, program semacam begini udah dua kali dilakukan tapi tetap ga ada perubahan. Apa coba yang bikin beda? Ya mungkin sekarang sudah dekat dengan Pemilu, ya bedanya bisa saja jadi komoditas politik. Wiidiiiwwww, ngeri kali, weleeeeh weleeeeh.

Lagi dan lagi, pemerintah tak kapok mengeluarkan program untuk Sungai Citarum? Usaha untuk realisasi program boleh, asal jangan janji dan sesumbar aja ya.

Misalkan airnya bisa diminumlah inilah itulah, kalau begitu sudah pasti bohong dan omong kosong, weleeeeh weleeeeh. (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...