HomeCelotehSetnov ‘Hapus Dosa’

Setnov ‘Hapus Dosa’

Kecil Besar

“Minta maaf, dengan segenap konsekuensinya, harusnya mudah dilakukan oleh siapapun yang belum beku.”


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]antan Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto akhirnya menegakkan kepalanya untuk mengikuti proses hukum yang berjalan.

Nah begitu dong, biar Papa Setnov memberikan contoh yang baik bagi para politikus yang terjerat kasus hukum.

Hadapi, hayati, dan nikmatilah. Kalau dalam kasus korupsi, tentunya jangan hanya mau menikmati hasil korupsinya saja, tapi nikmati juga hukuman yang diberikan.

Tapi biasanya para politikus itu ga mau menikmati hukuman dan lebih memilih menikmati hasil korupsinya saja, ahhh syudaaahlah, maka tak aneh muncul berbagai drama seperti yang dipertontonkan Setya Novanto.

Walau Setya Novanto sebelumnya menghilang entah kemana, dan penuh drama yang menggemaskan. Setya Novanto yang dimejahijaukan kini tak perlu lagi menutupi berbagai perangai.

Namanya juga manusia, tentu Setya Novanto pun memiliki niatan untuk memperbaiki dirinya. Ahhh syudahlahhhh, kita lupakan sejenak drama yang sengaja dimainkan tentang Setya Novanto untuk memperlambat proses hukumnya.

Ehmmm, walaupun susah untuk dilupakan, ya paksakan saja lupa atau pura – pura lupa aja deh, weleeeeh weleeeh.

Kini, Setya Novanto berjanji dan berikrar akan memperbaiki segala kesalahan yang pernah ia perbuat. Percaya? Ya harus percayalah, walaupun percaya ga percaya, uppppssss, weleeeeh weleeeeh.

Tapi seriusan nih, Setya Novanto mau tobat dan akan mengembalikan uang korupsi KTP-el. Wedeeewww, tumben merasa bersalah, biasanya ga mau merasa bersalah mulu, uhuuukkk, uhuuuk.

Tapi ada syaratnya. Hmmm, kalau mau memperbaiki diri ga usah banyak mau dan syarat dong, tinggal jujur dan perbaiki semuanya, hadeuuuuuhh gitu aja ribet banget deh. Ya udah, apa syaratnya?

Syarat yang diajukan Setya Novanto ialah harus adanya pengakuan dari keponakannya yang menerima uang.

Hmmm, mau ga ya ngaku begitu? Masa Setya Novanto mau terjerumus bareng keponakan sih, ahhh syudahhhlah.

Tapi, walau bagaimanapun caranya Setya Novanto meminta maaf, proses hukum yang menjeratnya akan tetap berjalan.

Ga malu apa, menikmatinya uang hasil korupsinya sendiri tapi yang dirugikan masyarakat se Indonesia. Hmmm, ahhh pusyinglaaah. (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...