HomeCelotehSandi Paksa PNS 'Kerja Rodi'

Sandi Paksa PNS ‘Kerja Rodi’

Kecil Besar

“(Pulang di kepemimpinan Ahok) jam 14.00 WIB? Enak banget, enak banget. Pulang jam 14.00 WIB? Serius? Bukanya kan jam 17.00 WIB?” ~ Sandiaga S. Uno


PinterPolitik.com

[dropcap]W[/dropcap]akil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno masih belum menentukan ada atau tidaknya pengurangan jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat bulan Ramadhan.

Kalau pendapat Sandi pribadi sih, Sandi ingin jam kerja itu masih sama seperti hari – hari biasanya, karena yang menjadi pertimbangan kalau dikurangi jam kerja dikhawatirkan akan berdampak kepada pelayanan publik.

Sandi misalnya, menerapkan kebijakan ada pengurangan jam kerja, otomatis waktu pelayanan publik pun terpangkas. Rela dihujat gara – gara kualitas pelayanan publik jadi menurun? Weleeeh weleeeh.

Waduh, kalau udah begitu, pelayanan publik malah terganggu dan bermasalah. Gampang banget jadi komoditas politik oposisi mengkritik penguasa di Jakarta. Yahhh, kena serang lagi deh.

Bahkan, walaupun sedang dalam kondisi berpuasa, Sandi menganggap perbedaannya cuma ga makan siang doang kan? Jadi kenapa harus dikurangi deh, lanjut aja terus supaya ga ada tugas yang terbengkalai.

Tapi, kalau mau dibandingkan dengan kepemimpinan Ahok, PNS sudah pulang pukul 14.00 WIB, akankah Sandi menjiplak persis kebijakan Ahok? Ehmm, gengsi ga? Entahlah.

Sebelumnya, Ahok menerapkan kebijakan pulang lebih awal karena menghormati PNS yang beragama Islam untuk memiliki kesempatan buka puasa bersama keluarganya. Weeiiittss, tapi kok Sandi malah bertolak belakang?

Tak ada yang salah sih kalaupun kini Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menginginkan jam kerja PNS seperti biasa, karena yang diutamakan kepentingan masyarakat.

Kalau semisal Sandi menerapkan kebijakan seperti apa yang menjadi kemauannya, akan terjadi riuh ga ya dikalangan PNS? Keknya engga deh, masa mau memprotes, mau dimutasi emang?

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Weleeeh weleeeh. Palingan PNS pada berbisik, lebih enak Gubernur kemaren ya, uhuuukk uhuuukkk.

Kini Sandi masih kebingungan, kebijakan apa yang hendak diambil. Tapi yang menariknya, Sandi mengakui zaman Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, PNS lebih enak karena pulang lebih awal. Nah loh, kalau enak kenapa ga diterapkan juga?

Kayaknya Sandi bukan cuma mikirin pelayanan publik, tapi khawatirnya Sandi diklaim sebagai pemimpin yang hanya bisa mencontek dari kepemimpinan Ahok saja. Repot juga kan disangka jiplak – menjiplak begitu, weleeeh weleeeh.

Makanya kalau kata salah seorang pelukis dari Spanyol, Salvador Dali, mereka yang tidak ingin meniru sesuatu, tidak akan menghasilkan apa-apa.

Sandi, tiru saja Ahok, kan siapa tahu ada hasil yang bemanfaat. Ga usah gengsi lah, biasa aja, mau kan? Weleeeh weeleeeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...