HomeCelotehSandi Keki Anies Bertemu JK

Sandi Keki Anies Bertemu JK

“Nggak kenapa-kenapa. Wakil Presiden ketemu sama Gubernur kan sangat normal. Jadi jangan dibaca dari konteks soal politik. Mungkin melaporkan Asian Games atau kesiapan Lebaran, dan sebagainya.” ~ Wakil Gubernur DKI jakarta, Sandiaga Uno.


PinterPolitik.com

[dropcap]G[/dropcap]ubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini memang bukan pasangan yang termesra. Meski gitu, setidaknya Sandiaga Uno tetap selalu ingin bersama Anies Baswedan hingga masa jabatan usai. Uuu, co cwit banget gak sih mereka! Tunggu dulu, itu mah kegeeran Sandi aja. Kalau Anies mah ogah berlama-lama sama Sandi. Mending dia Nyawapres. Iya gak?

Tuh buktinya Minggu malam lalu, Anies melipir ke rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Padahal, JK esoknya harus sudah berada di Jepang menghadiri Konferensi Future of Asia. Segitu urgent-nya ya sampe Anies bela-belain dateng bertemu JK. Kalau bukan obrolan penting, kayaknya eike rasa gak mungkin ya.

Sandi Keki Anies Bertemu JK

Ya curiganya sih, orbolannya terkait potensi dipasangkannya Anies sebagai Cawapres dari Prabowo Subianto. Ya, besar kemungkinan ada potensi obrolan ke arah sana, tapi si Sandi ogah mengamini tuh. Dia lebih percaya kalau pertemuan itu hanya sekedar membahas kesiapan Jakarta untuk event Asian Games 2018.

Ini baru yang namanya statement menghibur diri sendiri, hahaha. Pasti di dalem hati, Sandi lagi bete berat tuh ngeliat pertemuan Anies sama JK. Secara kan gosipnya yang mengusung nama Anies untuk Pilkada Jakarta kemarin, adalah si JK. Dan gegara JK, Sandi yang harusnya jadi Gubernur, eh jadi Wakil Gubernur.

Jadi, wajar aja kalau Anies tampak semangat menemui JK di tengah padatnya jadwal Wakil Presiden kita yang satu itu. Ya mirip-mirip kayak bertemu ‘majikan’ gitu deh, ups. Jadi setiap ada wacana Anies maju mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang, Sandi pasti mupeng. Jadi Wagub kok baperan sih.

Baca juga :  Anies Kalah Karena Tak Lawan Politik Identitas?

Rasanya liat cowo iri sama cowo lain itu, gimana gitu yah! Kayak agak aneh aja. Karena bagaimanapun juga, penilaian sesama mereka itu gak cukup obyektif dan cenderung bertele-tele. Seperti yang dikatakan filsuf Desiderius Erasmus (1466-1536): “Nothing is as peevish and pedantic as men’s judgments of one another.” (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...