HomeCelotehGerindra 'Ngemis' Cari Teman

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

“Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif, disamping mempersiapkan armada untuk pileg,” ~ Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]il pahit memang harus ditelan oleh Gerindra, usai hasiltidak memuaskan partai ini di Pilkada Serentak 2018 hasil hitung cepat (quick count) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berdasarkan hasil quick count tersebut, Gerindra hanya berhasil memenangkan Pilgub di tiga Provinsi aja, yakni di Pilgub Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku.

Pilkada sendiri kan sering dijadikan tolak ukur seberapa besar mesin partai bisa mendulang suara pemilih. Melihat hasil ini, rasanya Gerindra udah gak pantes lagi somse di depan partai lain. Itu karena bargaining position-nya udah gak sama kayak dulu. Roda kehidupan itu berputar mas/bro.

Uniknya, Gerindra sampe detik ini masih keras kepala loh memperkuat koalisi mereka untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2019 mendatang. Emangnya Gerindra gak ngaca ya kalau mesin partai mereka udah keok sebelum berkembang? Hadeuh.

Seperti biasa, Gerindra masih keukeuh untuk membangun basis koalisi bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tentunya untuk membuat koalisinya makin gendat, Gerindra tetep berharap Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ikut merapat.

Menilai efisiensi mesin partai berdasarkan quick count perolehan kemenangan di Pilgub, Gerindra hanya unggul di tiga provinsi aja. Sedagkan partai lain perolehan provinsinya lebih banyak. PAN (10),  PKS (7), PKB (6), dan Demokrat (5). Kalau mesin partainya aja kacrut, boro-boro Pilpres, Pileg aja juga bisa keok.

Ngaca napa ngaca, gak usah lebay! Gerindra kayaknya kena post power syndrome nih. Kalau gak gitu, apa coba namanya? Eike sih ngeliatnya Gerindra bisa aja udah gak segarang yang dia gembar-gemborkan sebelumnya. Aumannya bahkan gak lebih menakutkan dari suara kucing anggora yang lagi kelaparan.

Baca juga :  Kala Zulhas Dimarahin “Han Solo”

Akal-akalan aja palingan ini cuma ingin cari temen koalisi. Cie cie yang merasa kesepian gak ada dukungan pasti. Makannya perkataan sama perbuatan itu harus sinkron. Kalau merasa partai besar, mesin partai juga harus kece badai dung. Gak mau kan disebut partai ‘odong-odong’ yang gak bisa melaju kencang? (K16)

spot_img

#Trending Article

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Ganjar, Mbappe-nya PDIP?

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dilirik partai lain untuk dijadikan Capres 2024. Apakah Ganjar semacam "Mbappe"-nya PDIP?

Zulhas Gak Nyambung?

Baru saja dilantik menjadi Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas) langsung sidak ke pasar dan tiba-tiba berikan hadiah umrah kepada pedagang. Kenapa Zulhas melakukan...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

Ma’ruf Ternyata Salah Tangkap?

Anak-anak di Pangkalpinang sebut bercita-cita jadi presiden kepada Wapres Ma'ruf Amin. Apa mungkin Ma'ruf salah tangkap?

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

SBY-JK Bersatu Untuk 2024?

Pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) mencuri atensi publik dan melahirkan berbagai spekulasi politik. Lantas, mungkinkah reuni SBY-JK ini dapat membuat...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

JK Maju Pilpres Lagi?

"Putusan MK hari ini semakin menguatkan dan meyakinkan kami untuk mengusung Pak JK jadi calon Presiden didampingi AHY sebagai wakilnya di Pemilu 2019," ~ Ketua...