HomeCelotehSambutan Tahun Baru Fadli Zon

Sambutan Tahun Baru Fadli Zon

Kecil Besar

“Poin penting dari tahun baru bukanlah kita akan menghadapi tahun baru. Tetapi, kita menghadapi tahun baru dengan jiwa yang baru.” ~Gilbert Keith Chesterton


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]elamat tahun baru semuanya!!! Gimana, udah semangat menyongsong resolusi baru belum? Ya, awal tahun harusnya semangat dong. Apalagi tahun ini tahun politik. Tahun yang bersejarah untuk demokrasi negeri ini. Jadi udah siapa belum? Siap cenat-cenut, siap melihat banyak orang musuhan karena beda pilihan politik, dan tentunya siap dibohongi. Hiya, hiya, hiya.

Yup, siap nggak siap kita harus tetap menghadapi tahun 2019 dengan semangat. Atau biar lebih semangat, bagaimana kalau kita buka tahun 2019 dengan quote-quote ajaib dari politikus kesayangan Fahri Hamzah, Fadli Zon? Yeay seru sekali…

Tahun politik emang lebih maknyus bila dibuka dengan cuit-cuitan dari Wakil Ketua DPR RI satu ini. Insyaallah mampu membuat suasana politik makin membara. Hehehe.

Jadi gaes, Fadli Zon memposting kultwit yang cukup panjang dan bikin garuk-garuk kepala? Tentang apa? Bukan tentang kutu rambut gaes, tapi tentang demokrasi di Indonesia.

Ternyata, Fadli mengemukakan fakta kurang mengenakkan soal perkembangan politik di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dipandang jeblok oleh beberapa pihak. Fadli mengatakan, demokrasi kita itu amat sangat memalukan di era Jokowi. Bahkan lebih parah dari Timor Leste. Nah loh

Menurut Fadli Zon, ini merupakan ironi, karena kemunduran terjadi bahkan sampai kini menjelang Pemilu serentak 2019.

Fadli menyebut, berdasarkan data The Economist Intelligence (EIU), peringkat demokrasi Indonesia 2018 berada di posisi 68, nyungsep 20 peringkat dibanding dengan 2016 yang menempati angka 48.

Nggak cuma satu sumber itu aja, Fadli juga merekam data dari Freedom House yang menyebutkan peningkatan ancaman kebebasan sipil telah medorong Indonesia turun status dari negara ‘bebas’ (free) di 2016 menjadi negara ‘bebas sebagian’ (partly free) di tahun 2018.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Kata Fadli, indikator kemunduran demokrasi ini ada hubungannya dengan keluhan masyarakat, misalnya keluhan soal persekusi terhadap ulama yang kritis maupun keluhan adanya upaya pembungkaman dan kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh oposisi.

Lebih dari itu, Fadli juga menilai demokrasi Indonesia juga dinodai praktik manajemen pemilu yang amburadul, terutama terkait buruknya administrasi kependudukan yang sangat mempengaruhi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019.

Menurut politisi Gerindra ini, di 2018 ada banyak pelanggaran administrasi kependudukan. Mulai dari ditemukannya jual beli blangko e-KTP, tercecernya ribuan e-KTP di Bogor dan Jakarta, serta adanya isu 31 juta pemilih yang belum masuk dalam DPT. Ini menurutnya, sangat mengancam kredibilitas pelaksanaan Pemilu 2019.

Yaa, jadi begitu. Bagi Fadli, intinya demokrasi kita jelek itu karena salah pemerintah. Share on X

Hmm, tapi mohon maaf, selain beberapa isu yang disebutkan Bang Fadli di atas, kayaknya ada fakta juga yang terlupa deh. Tahu nggak apa yang bikin demokrasi kita tercoreng? Yakni praktik politisasi identitas yang kental.

Masa negara demokrasi milih pemimpin harus dilihat dulu agamanya apa dan dari suku apa? Dari semua itu kan faktor keahlian dan kemampuan harusnya jadi yang lebih dikedepankan bukan? Hanya sekadar mengingatkan. Siapa tahu hal ini yang sebenarnya menjadi faktor terbesar jebloknya nilai demokrasi negera kita sekarang. Hehehe. (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Diaz ‘Korban Politik’ Hendropriyono

"Saya yakin, PKPI semakin maju di bawah kepemimpinan Diaz Hendropriyono." ~ Jokowi. PinterPolitik.com Kabar yang lumayan mengejutkan sempat mewarnai dunia politik tanah air, tak lain gara...

Bukber di Istana, Fahri Salting

"Saya ketemu presiden yang sah ya hormat kan. Enggak presiden pun kalau sudah senior ya hormat." -  Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. PinterPolitik.com Rasanya tepat...

Fadli Zon Difitnah Selingkuh?

"Nggak ada (selingkuh). Mereka mau mencari-cari supaya saya bungkam, supaya saya tidak berteriak keritik Pemerintah. Tapi kan kasihan, ada keluarga, ada anak segala dibawa-bawa,...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...