HomeCelotehRidwan Kamil Minta Sandiaga Ngaca?

Ridwan Kamil Minta Sandiaga Ngaca?

Kecil Besar

“Hidup untuk setiap manusia adalah sel isolasi yang berdinding cermin.” ~Eugene O’Neill


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]andiaga Uno ternyata ikutan resah melihat beberapa kepala daerah terang-terangan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Ia pun berharap para gubernur tidak ditarik-tarik dalam urusan kampanye agar lebih fokus pada urusan pemerintahan.

Emm, biar lebih fokus atau biar nggak kalah dukungan sama kubu sebelah nih? Hehehehe.

Mendengar penuturan Sandiaga Uno, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil jadi tergelitik untuk kembali mengorek masa lalu. Ia pun meminta bakal cawapres Sandiaga Uno untuk berkaca pada diri sendiri. Wedew, disuruh ngaca emangnya mau diajak hangout atau gimana?

Ternyata eh ternyata, RK merasa kalau omongan Sandi itu tidak sesesuai dengan sikap politiknya waktu dulu masih menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Jadi, menurut keterangan RK, pada tahun 2018, Bang ganteng satu ini pernah datang ke Jawa Tengah untuk menjadi juru kampanye Sudirman Said. Lalu datang juga ke wilayah Priangan menjadi juru kampanye untuk pasangan Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu).

Wow…wow…wow… kayaknya Kang Emil dibikin baper nih sama himbauan Bang Sandi. Tapi kata Bang Sandi, himbauan itu bukan untuk gubernur pendukung Jokowi-Ma’ruf, tapi untuk gubernur yang mendukung Prabowo-Sandi. Uluh-uluh

Sandiaga Uno minta gubernur untuk fokus bekerja. Ridwan Kamil minta Sandi ngaca. Wkwkwkwk Share on X

Sebenarnya, hingga saat ini emang belum ada aturan yang melarang kepala daerah untuk mendukung kandidat tertentu secara pribadi. Jadi jangan juga kita menyalahkan sikap politik gubernur tertentu.

Memilih untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden adalah hak siapapun, termasuk para pejabat negara, asalahkan tidak membawa nama institusi dan jabatan, serta mengikuti aturan hukum yang berlaku.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Menurut Kang Emil, dukungan gubernur terhadap pasangan capres bukanlah sebuah pelanggaran. Tidak ada aturan dalam Undang-undang yang membatasi hak seorang kepala daerah untuk terlibat dalam pemilu. Selain itu, meskipun sebagai gubernur, tetap memiliki hak suara yang sama dengan masyarakat lainnya.

Dalam Peraturan KPU (PKPU) No. 23 Tahun 2018 mengatur bahwa kepala daerah boleh untuk berkampanye, asalkan terdaftar sebagai tim kampanye atau pelaksana kampanye, dan cuti di luar tanggungan negara pada saat melaksanakan kampanye.

Nah, itulah bunyi aturannya. Jadi boleh nih ya ikut kampanye? Tapi jangan sampai jadi ketua timses ya. Kalau itu sih dilarang. Bisa-bisa tugas pemerintahan yang harusnya menjadi tanggung jawab menjadi terbengkalai. Kalau sampai ada yang begitu, mending dihempas jauh-jauh! Hushhh… hushhh… sanahhhh… (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...