HomeCelotehPKS ‘Kultuskan’ Rizieq Shihab

PKS ‘Kultuskan’ Rizieq Shihab

“Habib Rizieq berpesan agar semua komponen bangsa jangan memberi ruang pada paham dan kepentingan yang bertententangan dengan konstitusi, Pancasila dan norma agama yang diakui di Indonesia.”- Fraksi PKS, Jazuli Juwaini.


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]arisma seorang Rizieq Shihab memang gak bisa dipungkiri lagi. Gimana gak gitu? Meski dirinya berada di Arab Saudi, tetap aja banyak pihak berbondong-bondong datang bergantian sowan menghampirinya. Karena setelah sebelumnya Prabowo Subianto dan Amien Rais berkunjung, kini giliran Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini.

Kayak gak mau kalah gitu ya PKS ini. Tapi sebenernya aneh aja sih. Kenapa PKS sebelum ini gak ikut saat Prabowo dan Amien bertemu Rizieq? Katanya PKS bagian dari Sekretariat Bersama (Sekber) dengan Gerindra, lah kok malah pisah-pisah gini sih dateng sowan ke Rizieqnya? Kayak pacar lagi musuhan aja sih.

Kayaknya pertemuan ini gak kalah bergengsinya loh sama yang sebelumnya. Buktinya PKS mengirimkan para elitenya untuk menemui Rizieq. AdaKetua Majelis Syuro, Salim Segaf Al Jufri; Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini;dan Anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Bakar Al Habsyi. Sebentar, kayaknya ada yang kurang deh.

Nah, Ketua Umum PKS-nya kok gak nongol ya batang idungnya? Apa bagi Sohibul Iman, seorang Rizieq itu gak level untuk ditemui? Beuh, begayaan banget deh. Ini mah namanya somse. Tapi mah tetep ya, PKS butuh sosok Rizieq untuk mendongkrak para pemilih muslim pada Pilpres 2019 mendatang. Sa ae lau.

Takut kehilangan suara pemilih ya karena PKS dianggap menjaga jarak dengan Rizieq? Yailah, bisa kincup juga ya ternyata PKS. Ya gak bisa disalahin juga sih. Toh sejak munculnya gerakan 212, sosok Rizieq semakin kuat di mata umat Islam. Kan lumayan kalau PKS bisa nambah suara dari FPI dan gerakan 212.

Baca juga :  PKS Mulai Tinggalkan Anies?

Jadi pertanyaannya, kalau emang takut kehilangan dukungan suara potensial FPI dan gerakan 212, kenapa gak lantas PKS dateng bareng aja sih saat itu bersama Gerindra? Aya aya wae ah. Eike jadi kepo nih, jangan-jangan kedatangan PKS ini dalam rangka menarik dukungan FPI dan gerakan 212 ke arah koalisi poros ketiga.

Mmm, apapun itu tetap aja sosok Rizieq dianggap sangat penting. Saking pentingnya banyak partai politik, termasuk PKS ikut mengkultuskan Rizieq demi memperoleh kemenangan dalam Pilpres mendatang.Tapi sayangnya pengkultusan semacam ini hanyalah sebatas nilai keagamaan saja tanpa adanya kekuatan politik di dalamnya. Seperti yang dikatakan Tom Wolfe: “A cult is a religion with no political power.” (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Mantra “Yakusa” Mahfud Buat Anies?

“Siap hadir ke arena Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Yakin usaha sampai (Yakusa) untuk membangun insan cita HMI” –   Mahfud MD,...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...