HomeCelotehKedip Maut Ratna Sarumpaet

Kedip Maut Ratna Sarumpaet

“Ratna Sarumpaet bebas menuding Megawati provokator & mencaci Presiden Jokowi, diduga atas arahan Aburizal Bakrie. Makanya, bung Karni Ilyas enggak berkutik. Karena mereka saling kedip mata demi misi politik balas dendam.” ~ Ketua Progres 98, Faizal Assegaf.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]iapa sih yang gak kenal Ratna Sarumpaet. Wanita ini emang terkenal cetar membahana badai di dunia aktivis. Dan terkadang tindak tanduk Ratna sering bersinggungan dengan dunia poltik. Terlebih belakangan ini dia seringkali terjun sebagai bagian dari kelompok oposisi yang bertubi-tubi nyinyirin Pemerintahan Jokowi.

Nyinyirnya yang terbaru, saat Ratna menghadiri acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa lalu. Ya seperti biasa, ia dengan lugas dan lantang memberikan kritikan pedas. Gak cuma Pemerintah Jokowi yang didamprat sama Ratna, tapi juga Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Paling males emang kalau udah berurusan sama bawelnya Ratna. Karena sekalipun dia yang salah, tetep aja orang lain yang harus minta maaf. Buktinya, dulu pas kendaraan pribadi Ratna diderek sama Dishub karena menyalahi area parkir, eh malah petugas Dishubnya yang harus minta maaf ke dia. Kan ngehebet.

Kira-kira Ratna yang terkenal sebagai aktivis HAM itu, berani gak menyuarakan permasalahan korban Lumpur Lapindo di acara ILC? Eike jamin gak berani deh.Secara Aburizal Bakrie sebagai empunya stasiun televisi yang membawahi program ILC adalah orang yang bertanggung jawab atas kasus itu.Mingkem bae.

Apa aktiviszaman old ini udah kehilangan taring independensinya? Apa nyinyirnya itu disesuaikan pesanan pihak sponsor yang ingin mengarahkan kritikan kepada siapa? Mmm, ini mah main mata namanya. Bisa jadi posisi Karni Ilyas sebagai moderator ILC gak setuju-setuju amat sama apa yang dinyinyirin Ratna. Tapi  sebagai ujung tombak ILC, Bung Karni akan membela sampai mati hak Ratna untuk mengkritik Pemerintahan Jokowi. Apa yang mereka lakukan ini gak ubahnya seperti perkataan filsuf Voltaire (1694-1778): “I do not agree with what you have to say, but I’ll defend to the death your right to say it.”(K16)

Baca juga :  Membaca Pengaruh Jokowi di 2024
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...