HomeCeloteh‘Pembongkaran Aib’ Megawati

‘Pembongkaran Aib’ Megawati

Kecil Besar

“Menurut saya, bukan Syafruddin Temenggung yang harus diperiksa, tapi bonggonya itu siapa. Yang memberikan kebijakan Inpres no 18 tahun 2002 itu pada saat Presiden Megawati.” ~ Rachmawati Soekarnoputri


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]asus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang diduga merugikan negara Rp 3,7 Triliun semestinya menjadi primadona pemberitaan media nasional.

Diawasi dan dipantau bagaimana perkembangannya. Jangan cuma kasus mega korupsi KTP-el aja yang dihakimi pelakunya, lahhh ini BLBI juga ga kalah penting harus segera ditangani secepatnya.

Ini kan bisa jadi pembuktian, kalau sebenernya hukum di Indonesia itu tebang pilih atau engga sih? Berani? Ahhh syudahlah, kayaknya sih engga deh.

Tapi masa KPK malah melempem sih, padahal kan saudara kandungnya sendiri aja mempersilahkan untuk memeriksa Megawati, kenapa KPK malah ga periksa – periksa sih? Kan yang menerbitkan Inpres itu siapa? Ya mantan Presiden Megawati.

Terkadang memang begitu, kalau kasus berkaitan dengan petinggi negeri agak susah dilakukan. Adagium semuanya itu sama di depan hukum kayaknya ga berlaku untuk urusan ini.

Tapi mengapa jadi takut begitu ya, kan cuma meriksa doang. Gimana sih awal kasusnya dan apapun lah. Supaya lebih jelas, masa biar jelas aja KPK ga mau sih?

Kira-kira kalau untuk keluarga trah Soekarno sendiri, keberatan ga kalau Megawati diperiksa? Kan cuma diperiksa, apa yang melatarbelakangi terbitnya Inpres dan bagaimana kisahnya?

Rachmawati sih mempersilahkan supaya nama-nama trah Soekarno itu bersih dari isu negatif. Selain itu, Rachmawati sebagai adik ingin membantu kakaknya untuk menjernihkan persoalan BLBI.

Kalau dibiarin kayak gini terus, mau sampe kapan coba? Emangnya BLBI mau jadi koleksi kasus KPK, kan KPK bukan kolektor kasus hukum, jadi ngapain disimpenin gitu kasusnya, weleeeeh weleeeeeh.

Coba ungkap dong, mau tau caranya? Nyontek aja ke kasus mega korupsi KTP-el, tiru aja sikap KPK untuk galak menangani kasus, hmmm.

Weeeiittss, kalau KPK jadi melempem gara-gara kasus BLBI gimana? Ya berarti KPK tak punya niat untuk menyelidiki kasus BLBI.

Kalau KPK masih melempem juga, tengok nasihat dari Baharuddin Lopa, walau kapal akan tenggelam sekalipun, hukum dan keadilan tetap harus ditegakkan. Beranikah KPK? (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...