HomeCelotehNasib Cak Imin Jadi Wakil

Nasib Cak Imin Jadi Wakil

Kecil Besar

“Tak pasti jalur jalan hidup. Kutunggu putaran roda nasib. Kucoba paksakan untuk melangkah,” – Iwan Fals, Kupaksa untuk Melangkah


Pinterpolitik.com

Akhirnya, pimpinan DPR yang baru untuk periode 2019-2024 resmi dilantik. Paket ini terdiri dari Puan Maharani (PDIP) sebagai ketua beserta Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Aziz Syamsuddin (Golkar), Rahmat Gobel (Nasdem), dan Muhaimin Iskandar (PKB) sebagai wakil.

Nah, dari daftar nama-nama tersebut ada sosok Muhaimin yang kerap disapa Cak Imin yang sepertinya bisa mewujudkan cita-citanya. Ketua Umum PKB ini kan pada periode Pemilu lalu sempat berkampanye cukup masif untuk menjadi wakil, nah sekarang niat itu berhasil.

Eh, tapi tunggu, kayaknya beda deh, kalau kampanyenya itu kan untuk jadi wakil presiden, kalau yang sekarang ini kan dia jadi wakil ketua DPR. Tapi gapapa kali ya, daripada gak ada.

Tapi sebenarnya, terpilihnya Cak Imin sebagai Ketua DPR ini sebenarnya lumayan jadi hal baru. Soalnya, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebelumnya sempat mengejar kursi Ketua MPR, alih-alih hanya wakil.

Kalau kata PKB sih, alasan ditunjuknya Cak Imin alias Gus Ami ini karena partai tersebut ingin berkontribusi lebih jauh di DPR. Apalagi, sang ketum juga dianggap memiliki pengalaman mumpuni sehingga bisa mewujudkan kontribusi dan pemikiran PKB di DPR.

Wah, kok jadi lompat pagar begini ya Cak Imin ini, kan nyaris semua partai sekarang ini lagi mengincar kursi ketua MPR, masak sih PKB gak mau saingan? Eh tapi sebenarnya PKB masih mau mengejar kursi ketua MPR juga gak ya?

Niat hati jadi Ketua MPR, Cak Imin ternyata berakhir jadi Wakil Ketua DPR Share on X

Di luar itu semua, keputusan untuk menempatkan Cak Imin sebagai wakil ketua DPR ini seperti menahbiskan nasib Cak Imin yang seperti punya takdir untuk menjadi wakil alih-alih jadi pemimpin utamanya.

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto

Coba perhatikan, pada pemilu lalu, Cak Imin mungkin jadi salah satu –kalau bukan satu-satunya– politisi yang berkampanye untuk menjadi cawapres, padahal politisi yang lain lebih ngebet jadi capres.

Terus ya, di periode MPR sebelumnya, Cak Imin ini sudah menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua MPR. Eh, bukannya berhasil mewujudkan tujuan jadi Ketua MPR, dia malah harus kembali jadi wakil ketua, meski kali ini di DPR.

Entah ini bisa dianggap nasib buruk atau nasib baik ya, tapi yang jelas, jabatan wakil sepertinya menempel terus ke Ketum PKB ini. Nah, pertanyaan berikutnya adalah apakah dia akhirnya bisa lepas dari status wakil dan naik ke posisi lebih tinggi? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...