HomeCelotehNasib Buruk LRT Palembang

Nasib Buruk LRT Palembang

“Hidup itu simpel, yang bikin ribet itu gengsi.” ~Anonim


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]egala hal kalau dilakukan hanya untuk gengsi dan hawa nafsu pasti ujungnya nggak baik. Perlu bukti? Yuk, tengok Light Rail Train (LRT) di Palembang. Bagaimana kabarnya?

Sekadar bernostalgia, ya. Dulu LRT dirancang, katanya untuk menyukseskan Asian Games. Palembang kan menjadi salah satu wajah Indonesia yang akan disorot dunia internasional, kurang asyik kan kalau sepi fasilitas dan infrastruktur.

Asian Games telah berlalu. Euforia membanggakan dirinya telah selesai. Lantas, bagai nasib LRT kemudian?

Sebenarnya, selain untuk mengenyangkan gengsi kita di mata dunia, pembangunan LRT ini juga ditujukan untuk investasi masa depan. Takutnya, di masa depan Palembang jadi makin padat dan macet seperti di Jakarta. Kalau sudah ada LRT kan jadi aman. Hmm, tapi apa iya semenguntungkan itu?

Dengar-dengar, pemerintah masih terus memberikan subsidi untuk mempertahankan operasional kereta api layang tersebut. Dan ternyata dananya itu nggak sedikit, bisa Rp 9 miliar per bulan. Kira-kira bakal sampai kapan pemerintah nombok terus?

Kubu oposisi sudah sempat protes nih. Mereka menanyakan, dulu perencanaannya bagaimana? Harusnya dilihat urgensinya. Memang semacet apa Palembang sampai butuh LRT? Kalau masyarakat Palembang memang benar-benar butuh LRT, harusnya yang memakai banyak. Pemerintah nggak akan terus-terusan menombok biaya operasional. Biaya subsidi bisa dipakai untuk hal penting lainnya.

Tidak hanya oposisi, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga turut mengkritisi transportasi massal tersebut. Karena kenyataannya memang tidak berjalan efisien. Yang pakai hanya turis lokal, yang hanya coba satu kali, kemudian sudah.

- Advertisement -

LRT Palembang itu ibarat karya seni, untuk background selfie, cekrek, upload, selesai... Click To Tweet00

Baca juga :  Ahok Disenggol Kasus Brigadir J?

JK pun bertanya-tanya, apa gunanya LRT Palembang ini? Kalau untuk mengangkut orang, tentu menjadi kurang efisien. Kalau dibangunnya di pulau Jawa mungkin akan lebih berguna. Penduduknya bejibun, sampai 160 juta jiwa, yang pakai bisa jadi banyak.

Pembangunan proyek mercusuar untuk menyambut sebuah pesta olahraga memang bukan hal yang baru. Bung Karno pun pernah bangun ini itu sampai negara jadi krisis demi bisa dilihat sangar di mata dunia ketika pagelaran Asian Games. Namun, bukankah akan lebih baik jika setiap mau bangun ini itu, dimatangkan dulu konsepnya, secara teknis maupun ekonomi. Biar nggak buang-buang uang aja.

Coba tengok infrastruktur yang dibangun untuk perhelatan Olimpiade Rio de Janeiro, sekarang bagaimana? Tak terurus dan tak berguna. Di negara-negara lain pun banyak yang nasibnya serupa.

Okelah, yang lalu biarlah berlalu. Tapi pemerintah juga harus ingat, jangan mengulangi kesalahan yang sama, membangun infrastruktur hanya demi gengsi, apalagi hanya untuk bisa dipilih lagi di Pilpres. (F41)

spot_img

#Trending Article

Ma’ruf Amin Apes di Pilkada 2020

"Kami menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Tangsel karena belum dapat memenangkan harapan perubahan. Hasil penghitungan suara kami tidak banyak dibandingkan paslon lain". - Siti...

Ahok Disenggol Kasus Brigadir J?

“Pertanyaan saya, kapan mereka pacaran, sehingga ketika Ahok di balik jeruji dan di balik tembok mengikat perjanjian kawin dengan ajudan ibu,” – Kamarudin Simanjuntak, Pengacara...

Anies Taklukkan Indonesia Timur?

“Alhamdulillah, tujuh kabupaten (di Maluku) yang sudah terbentuk kepengurusan siap mendeklarasi Anies Presiden” – Sulaiman Wasahua, Ketua Relawan Sobat Anies Maluku PinterPolitik.com Manuver politik Gubernur DKI Jakarta...

Drama Maming Resahkan PDIP-PBNU?

“Kalau saya, koruptor jangan dicekal ke luar negeri tapi dicekik. Harusnya dicekal untuk balik ke Indonesia, biar korupsi di luar negeri,” Cak Lontong, Komedian Indonesia PinterPolitik.com Masyarakat...

Baim Wong Saingan Kang Emil?

“Kang Emil kan juga numpang populer, sama saja dengan Baim Wong yang melihat peluang dari Citayam Fashion Week,” – Jazilul Fawaid, Waketum PKB PinterPolitik.com Seolah tidak ada habisnya,...

Anies-AHY Kawin Paksa?

“Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa,” - Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan Siti...

Misteri Teror Kominfo

“Teror bagaimana? Saya baru tahu teror, Kominfo diteror kali,” – Johnny G. Plate, Menkominfo PinterPolitik.com #BlokirKominfo menjadi trending di Twitter, banyak warganet yang melontarkan kritik terhadap kontroversi kebijakan Penyelenggara Sistem...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...