HomeCelotehMoeldoko ‘Kampanye Colongan’

Moeldoko ‘Kampanye Colongan’

Kecil Besar

“Terseret musim kampanye politik, karena alasan ideal atau sekadar taktik. Kampanye berubah menjadi unjuk harta, rakyat dikerdilkan sebatas suara.”


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]epala Staf Presiden, Moeldoko ternyata melakukan ‘kampanye colongan’ dengan menyebarkan kalimat ajakan kepada masyarakat untuk memilih calon kepala daerah yang peduli terhadap petani.

Mungkin masyarakat sadar atau ga sadar, sudah tersebar spanduk – spanduk yang berisi foto Moeldoko dan kalimat ajakan memilih. Uppppsss, masih lama kali ah pemilihannya, udah disuruh milih lagi aja, weleeeeh weleeeeh. Untung belum ada kata – kata coblos nomor…. Wkwkwk.

Ya iyalah, dapet nomor urut aja belom weleeeeh weleeeh. Dibikin santai ajalah, masih jauh juga kan pencoblosannya, weewww buru-buru banget, mau kemana emang sih? Wkwkwk.

Nah loh, kok Moeldoko berani mengarahkan masyarakat memilih calon kepala daerah yang peduli petani sih? Hubungannya apa Moeldoko melakukan hal itu, weleeeeh weleeeeh.

Ternyata eh ternyata, kapasitas Moeldoko saat menyebarkan kalimat ini sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Hmmm, gitu toh. Tapi calon kepala daerah yang mana sih yang dimaksud oleh Moeldoko? Weleeeeh weleeeeh.

Memangnya bagaimana masyarakat bisa mengukur pemimpin mana yang dikatakan paling peduli sama petani? Hmm, ukurannya apa ya?

Bukan yang deket sama HKTI tapi kan? Uppppssss, keceplosan mulu dah, ahhhh syudahlahhh biarin aja wkwk.

Tapi kepentingannya apa ya mengajak masyarakat memilih pemimpin yang peduli petani? Hadeuhhhh, emang siapa sih yang pengen dikodein sama Moeldoko?

Memangnya kalau masyarakat memilih calon kepala daerah yang peduli petani itu akan ada jaminan untuk hidup sejahtera? Milih pemimpin bukan hanya dari satu sektor kali ah, banyak yang jadi pertimbangan, weleeeeh weleeeh.

Apa daya tawar dan jaminan HKTI kalau mengharuskan masyarakat memilih pemimpin yang peduli petani? Peduli saja rasanya tak cukup.

Mendingan tanya lagi ke Moeldoko dan ke siapapun yang memasang spanduk – spanduk ajakan itu. Calon kepala daerah yang dimaksud Moeldoko itu apakah calon pemimpin dari kalangan petani asli atau petani musiman saat Pilkada aja?

Soalnya sekarang lagi musim juga para calon pemimpin yang jadi petani ‘karbitan’. Upppss, (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...