HomeCelotehMinuman Ringan Kena Cukai Sri Mulyani?

Minuman Ringan Kena Cukai Sri Mulyani?

Kecil Besar

“Di Sayidan, di jalanan, oh angkat sekali lagi gelasmu kawan,” – Shaggydog, Di Sayidan


PinterPolitik.com

Sepertinya ada aja langkah yang bisa dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menyeimbangkan dana yang dimiliki negara. Setelah sebelumnya Bu Menkeu ini berkukuh untuk tetap menaikkan tarif BPJS Kesehatan, Bu Ani sekarang sedang merayu DPR untuk menerapkan cukai ke beberapa barang.

Ada beberapa barang yang disebutkan akan kena cukai, mulai dari kantong plastik hingga mobil dan motor. Nah, di antara berbagai barang yang direncanakan bakalan kena cukai, minuman ringan juga ternyata ikut terselip.

Minuman ringan yang dimaksud sendiri di antaranya adalah teh dalam kemasan dengan usulan tarif cukai sebesar Rp 1.500 per liter dengan potensi penerimaan negara Rp 2,7 triliun .

Selain itu, minuman berkarbonasi juga bakalan terdampak usulan ini dengan tarif cukai Rp 2.500 per liter dengan potensi penerimaan negara sebesar Rp 1,7 triliun.

Selain dua jenis minuman itu, minuman berperisa lainnya seperti kopi energy drink, kopi, konsentrat dan lainnya juga bakalan terdampak. Usulan tarif cukai untuk kategori ini adalah Rp 2.500 per liter dengan potensi penerimaan negara mencapai Rp 1,85 triliun.

Waduh, gimana nih sobat-sobat para ahli hisap minuman ringan? Kalau misalnya dulu bisa gampang banget minum minuman yang berasa-rasa, nanti bakalan susah dong?

Sebenarnya mungkin Bu Ani selaku Menkeu punya alasan khusus terkait dengan usulan cukai ini. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan alasan pemerintah untuk memberlakukan cukai itu adalah tingginya prevalensi diabetes melitus di Indonesia.

Secara khusus, Bu Ani juga kemudian membahas soal diabetes mellitus yang ia sebut mungkin sumbang biaya besar kepada BPJS Kesehatan.

Hmmm, dipikir-pikir mungkin usulan cukai ini adalah hal yang bisa dipahami. Apalagi, praktik ini tuh dilakukan juga di negara lain.

Meskipun demikian, mungkin ada yang bertanya-tanya juga kenapa kebijakan ini sampai harus diusulkan. Terlepas dari bahaya minuman berperisa, apakah ini jadi gambaran pemerintah lagi benar-benar membutuhkan banyak uang sampai minuman harus diberi cukai?

Terus, kan pemerintah belakangan ini justru sedang mengupayakan diskon banyak pajak melalui Omnibus Law, kok ini sekarang malah menambah biaya lain kepada masyarakat?

Ya, tapi kan Bu Ani lebih paham untuk perkara gini-ginian. Semoga aja niatan untuk menjaga kesehatan masyarakat bisa terpenuhi tanpa membebani daya beli masyarakat dan juga perusahaan minuman. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

KPK telah memulai penyelidikan terhadap LHKPN milik Kajati Sumsel Sarjono Turin karena diduga tidak jujur

PinterPolitik - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan (Sumsel) Sarjono Turin. KPK...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...