HomeCelotehMendagri ‘Pelihara’ Fadli – Fahri

Mendagri ‘Pelihara’ Fadli – Fahri

Kecil Besar

“Mengkritik harus yang benar jangan menghujat, memfitnah, jangan menghina. Fadli Zon sama Fahri mengkritik setiap hari. Silakan emang tugas dia oposisi.” ~ Tjahjo Kumolo


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]olaborasi antara duo F, Fahri Hamzah dan Fadli Zon memang acapkali membuat gempar, khususnya terkait dengan kritiknya terhadap Pemerintah.

Makanya, tak aneh banyak para pendukung Pemerintah yang justru geram dengan sikap kedua Wakil Ketua DPR.

Tapi kalau mau ditinjau secara cermat, emang apa salahnya kalau Fadli dan Fahri itu mengkritik Pemerintah terus, toh kritiknya juga punya argumentasi dan rasionalisasinya juga, apa yang perlu disalahkan?

Hmmm, yang protes itu biasanya sumbunya kependekan dan jadi mudah meledak – ledak, padahal biasa aja. Apalagi kedua tokoh itu merupakan anggota DPR, jadi sangat amat wajar kalau ngomelin Pemerintah, kan tugasnya emang begitu menjadi pengawas jalannya Pemerintahan.

Masa ngawasi itu harus sambil dibaik – baikin terus sih, ya kalau ada yang salah dimarahi, itu wajar aja dalam proses kehidupan demokrasi.

Kalau buat DPR kan ngomel, kritik, dan yang lainnya itu memang tugas konstitusionalnya kan, asalkan dengan catatan Pemerintah melakukan kesalahan atau kekeliruan.

Apalagi selain ditugaskan sebagai wakil rakyat yang mengawasi Pemerintahan, duo Fadli dan Fahri ini juga sekaligus berperan sebagai oposisi, habislah sudah Pemerintah pasti dikuliti sama mereka berdua.

Ya kalau ga ada oposisi, masa Pemerintahan ga ada yang mengkritik? Adem ayem aja gitu, ada yang salah diem aja, ada yang keliru dimaklumi dan didiemin juga. Hadeuuh, siapa yang mengawasi Pemerintahan kalau bukan oposisi bersama rakyat? Weleeeh weeleeeh.

Makanya, penguasa dan lingkar penguasa jangan kebakaran jenggot kalau dikritik habis – habisan sama oposisi ataupun para anggota DPR, memang mereka ditakdirkan untuk menjadi kritikus bagi penguasa.

Baca juga :  Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Kalau PDIP sekarang berkuasa dan alergi dengan kritik, emang ga inget pas 10 tahun puasa demen juga ngoceh – ngoceh? Hmmm, makanya kalau Tjahjo Kumolo sebagai Mendagri sih bilang wajar aja Fahri dan Fadli itu mengkritik habis pemerintah, kan emang tugasnya begitu.

Tinggal bagaimana kritik dibarengi dengan solusi yang ditawarkan, jadi kritiknya bukan hanya menghakimi tapi memberikan solusi.

Makanya kalau kata Ridwan Kamil, negeri ini udah ga butuh para pemaki – maki, tapi membutuhkan para pemberi solusi.

Jadi kalau Fadli dan Fahri ngomel sama Pemerintah dengerin aja, jangan alergi juga. Weiiittss, jangan lupa ingatkan juga mereka apa solusi yang ditawarkan. Jangan mau marahnya doang, weleeeh weleeeh. (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...