HomeCelotehKoruptor ‘Beruntung’ Dibela Jokowi

Koruptor ‘Beruntung’ Dibela Jokowi

Kecil Besar

“Kalau saya, itu hak. Hak seseorang berpolitik. Silakan lah KPU menelaah. KPU bisa saja mungkin membuat aturan. Misalnya boleh ikut tapi diberi tanda ‘mantan koruptor’.” ~ Jokowi.


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]omisi Pemilihan Umum (KPU) terlihat ngotot untuk tak memberikan restu kepada para mantan narapidana koruptor agar maju sebagai calon anggota legislatif.

Tentu bukan tanpa alasan, KPU dalam hal ini berani sekali berlawanan dengan DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bawaslu, sampai Presiden Jokowi sekalipun.

Wedeew, tumben KPU melawan arus begini, weleeh weleeh. Kabarnya sih ada nuansa politik. Waduh, ya iyalah nuansa politik, kan KPU penyelenggara kontestasi politik, jadi wajar kalau KPU bernuansa politik, weleeeh weleeeh.

Hadeuuh, maksudnya KPU terkesan ingin menjegal pihak tertentu dalam kebijakan yang akan diambilnya itu. Berpihak gitu? Ah masa sih, uhuukk uhuukk.

Tapi KPU begitu kuat pendiriannya, walau sempat digoyang beberapa lembaga tinggi negara, KPU tetap bersikeras akan memasukkan larangan tersebut dalam Peraturan KPU (PKPU), ehmm, coba kita lihat gimana kabarnya selanjutnya, akankah KPU berubah pikiran? Uppss.

Ternyata ehhh ternyata, kabar napi koruptor yang dilarang mencalonkan diri sebagai caleg, sudah menuai reaksi dari Presiden Jokowi. Bahkan, Jokowi punya komentar yang berlawanan dengan larangan KPU.

Kalau kata Jokowi, napi koruptor masih punya hak berpolitik. Semisal, kalau diperbolehkan kasih aja tanda ‘mantan koruptor’. Ehmm, sudah pasti pernyataan Jokowi ini jadi bahan isu menarik yang pasti digoreng pihak tertentu.

Makanya, tak aneh banyak nada minor yang melayang ke Jokowi. Seperti ada yang mengatakan, mana nih komitmen Jokowi memberantas korupsi, ehm, masa koruptor diperbolehkan masuk ke lahan basah lagi, weleeh weleeh.

Di sisi lain, Jokowi ingin memperpendek umur korupsi dengan komitmennya memberantas korupsi dan dukungannya kepada KPK, dalam hal ini Jokowi banyak diapresiasi.

Baca juga :  Kopi Bukan Filosofi tapi Hilirisasi

Wedeew, tapi di sisi lain, Jokowi rasanya ingin memberikan umur yang panjang bagi para koruptor. Nah loh, kok malah jadi begini? Weleeh weleeh.

Makanya kalau kata penulis Amerika Eric Hoffer, kekuatan menimbulkan sedikit korupsi, tetapi kelemahan menimbulkan lebih banyak korupsi.

Nah loh, jadi seharusnya kalau kebijakan larangan KPU itu sebaiknya ditentang habis – habisan atau didukung?

Mari kita simak, siapa saja pihak mengumpulkan kekuatan melawan atau membela koruptor? Weleeh weleeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Wiranto Pelanggar HAM?

Wiranto diduga terlibat namun bukan sebagai eksekutor, akan tetapi sebagai orang dibalik layar tragedi tersebut, hal itu dikarenakan posisinya pada masa itu sebagai Panglima...

Yusril Buat PBB Terpecah Belah?

"Tidak ada kebaikan yang bisa kita dapatkan dari sebuah perpecahan, maka kunci menghindari perpecahan adalah mensyukuri perbedaan." ~Abdullah Gymnastiar PinterPolitik.com Kemunculan sosok Ketua Umum Yusril Ihza...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...