HomeCelotehKemendagri Menyelundupkan Suara?

Kemendagri Menyelundupkan Suara?

“Karena menang pilpres hanya kerja pertama, memperbaiki negerilah yang jadi tugas utama.” ~Najwa Shihab


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]emilihan umum telah dilakukan berkali-kali, tapi kenapa selalu ada masalah konyol yang membuat mata ini berputar-putar. Hellooo, gimana sih? Bisa transparan nggak? Bisa jujur nggak? Hehehe.

Kalau diriku sih mungkin nggak akan seberapa kesal ya. Tapi kalau kubu oposisi gimana? Sebagai pihak yang melawan petahana, tentu mereka deg-degan setengah mati. Ini pemerintah bisa curang nggak ya? Duh, duh, kasihan. Pasti hidup mereka dipenuhi rasa resah dan gelisah deh. Ckckckck.

Ya, babak baru drama pemilu kembali dimulai, di mana ditemukan 31 juta daftar pemilih tambahan setelah KPU menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kenapa bisa begitu?

Awal mulanya, Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyambangi kantor KPU RI pada 17 Oktober. Mereka mempertanyakan tentang temuan sebanyak 31.975.830 warga yang sudah merekam KTP elektronik, namun belum masuk di dalam DPT.

Ternyata, data itu baru diterima KPU dari Kemendagri pada tanggal 8 Oktober 2018. Padahal penetapan DPT telah dilakukan pada 5 September lalu dan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) pada 16 september 2018. Sungguh aneh tapi nyata ya….

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal menilai Kemendagri telah melakukan pelanggaran terkait DPT. Pihaknya mempertanyakan, kok Kemendagri baru menyerahkan data 31 daftar pemilih setelah KPU menetapkan DPT?

Wah, kesannya jadi kayak Kemendagri menyelendupkan 31 juta data pemilih ya. Tapi masa kayak gitu sih? Bisa jadi…. Ehhh…

- Advertisement -

Menurut Mustafa, Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) seharusnya diberikan Kemendagri sebelum DPT diputuskan. Kalau kayak begini, menurutya sama saja melanggar prinsip dan bisa berpotensi terjadi pelanggaran UU.

Baca juga :  Jokowi Cuma Bisa PBB Kelas Lokal?

PKS meminta Kemendagri untuk meningkatkan profesionalismenya. Kemarin waktu proses penetapan DPT, wakil Kemendagri dimintai pendapat tapi diem aja. Terus tiba-tiba ngasih kejutan. Kan jadi memanggil kecurigaan…

Pemerintah ini kadang suka bilang oposisi lebay. Tapi kerjanya begitu. Ini lagi nggak pada sibuk kampanye mempromosikan pasangan calon nomor urut 01 kan? Ish, ish, ish… (E36)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...