HomeCelotehKasus Nuril, Jokowi Kurang Cerdas?

Kasus Nuril, Jokowi Kurang Cerdas?

Kecil Besar

“Dan hanya semangat kebangsaan, yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusiaan. Yang dapat mengantar kita maju dalam sejarah dunia.” ~ Sutan Sjahrir


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]asus hukum yang dialami Baiq Nuril makin membuktikan betapa hukum di negeri ini tumpul ke atas tajam ke bawah. Bagaimana bisa, seorang korban pelecahan diancam hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta? Haduh, haduh, logikanya penegak hukum pada ke mana itu ya? Masa korban yang dihukum pidana? Zzzz…

Tapi untung deh, meski ada banyak penegak hukum yang punya otak, masih banyak orang yang peduli dengan nasib Nuril. Bahkan mereka pada berlomba-lomba mengulurkan tangan bentuk simpati. Aihh, ku terharu…

Presiden Joko Widodo, sebagai petahana tentu tak ingin ketinggalan tampil sebagai pahlawan untuk membebaskan Nuril dari ketidakadilan dong? Ya, rakyat sudah ramai, masa presiden diam saja. Doi sempat menyarankan Nuril menyampaikan permohonan grasi agar ia bisa ikut campur. Tak disangka, bukannya sambutan meriah, saran tersebut malah jadi bahan gorengan yang maknyus untuk lawan politiknya.

Ya, Jokowi dipandang salah kaprah soal grasi. Emang grasi itu apa sih? Grasi adalah hak presiden untuk memberikan pengurangan hukuman. Sakti? Memang. Tapi sayangnya nggak cukup sakti untuk membantu Nuril.

Ya, kesaktian yang dimiliki presiden ini hanya mempan untuk mereka yang diancam hukuman 2 tahun atau lebih. Sedangkan nuril dihukum dengan 6 bulan penjara. Ya, nggak nyambung dong Bos?

Nah, sekarang yang jadi pergunjingan, masa gitu aja presiden nggak paham? Nggak cerdas amat. Payah banget. Terus, soal niat baik Jokowi untuk membebaskan Nuril gimana? Terlupakan gaes. Ckckck.

Katanya wanita selalu benar. Tapi tidak di dalam hukum Indonesia. Share on X
Baca juga :  The One-Man Band

Kubu Jokowi berpandangan, wajar aja kalau Jokowi salah, wong doi bukan orang hukum. Malah kalau kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, Prabowo dan Sandi kalau ditanya soal grasi juga pasti tidak tahu.

Nice! Zaman sekarang kalau pemimpin salah, cari pembenarannya mesti banget dengan mengkambinghitamkan orang lain ya? Nggak gitu Ferguso! Masalahnya Pakde Jokowi itu kan presiden. Masa nggak ada makhluk di sekitarnya yang bisa menjelaskan tentang bantuan hukum apa yang bisa dilakukan seorang presiden untuk rakyatnya? Lah, doi emang nggak punya penasihat? Atau penasihatnya nih yang sibuk main PUBG jadi lupa ngasih masukan. Edededehh…

Tapi nggak apa-apa gaes, Presiden kita juga manusia. Wajarlah kalau sering khilaf. Ehhh…. Hehehe.

Kalau Kata Arya, Presiden itu nggak melulu harus memperhatikan hal yang kaku di bidang hukum. Tugas utama seorang presiden itu membahas hal yang lebih strategis dan substansial untuk bangsa dan negara. Dan kita juga harus mengapresiasi, meski salah, Jokowi sudah punya niat yang baik untuk menegakkan keadilan. (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...