HomeCelotehJokowi-Prabowo, Siapa Lebih Putih?

Jokowi-Prabowo, Siapa Lebih Putih?

Kecil Besar

“Bawa daku, penuhiku. Berilah diriku kasih putih, di hatiku,” – Glenn Fredly, Kasih Putih


Pinterpolitik.com

Gawat! Aku sudah cek-cek lemari baju, ternyata aku gak punya persediaan  baju warna putih. Wah, kalau kayak gini aku bisa ikutan memilih dalam Pemilu kali ini gak ya?

Soalnya kan, masing-masing kubu yang berlaga sama-sama mengidentifikasikan diri dengan baju putih. Bahkan, gak milih aja disebut sebagai golongan putih. Ckckck.

Beberapa waktu lalu, pasangan dari kubu penantang, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sempat membikin heboh masyarakat dengan aksi mereka memutihkan Gelora Bung Karno (GBK).

Wah, kalau melihat lautan manusia di GBK beberapa waktu lalu, pasti akan mudah menganggap kalau warna putih itu paling identik dengan Prabowo. Apalagi, di panggung tersebut, sempat ada seruan bagi para pendukung kandidat nomor urut 02 itu untuk memutihkan TPS di 17 April nanti.

Eh, tapi tunggu dulu, seruan untuk memutihkan TPS ini bukan hanya berlaku untuk pendukung Prabowo. Di kubu petahana, Jokowi juga mengimbau para pemilihnya untuk memutihkan TPS di hari pencoblosan nanti. Secara khusus, Jokowi sendiri memang terkenal dengan kemeja putih andalannya.

Pilpres 2019 seperti perang putih karena kedua kubu sama-sama mengasosiasikan diri dengan warna tersebut. Share on X

Seolah tidak mau kalah, kubu Jokowi juga memiliki niatan untuk memutihkan GBK di agenda kampanye akbar mereka. Tak tanggung-tanggung, pesta kampanye mereka ini akan mengambil tajuk Konser Putih Bersatu, senada dengan seruan warna pakaian dari kandidat yang mereka usung.

Tuh kan, kalau mau ke TPS, baik mau pilih Jokowi atau Prabowo, sama-sama harus pakai baju putih. Kalau udah gini, nasibku gimana?

Eh tapi, kalau kayak gini, bakal jadi perang putih dong antara Jokowi dan Prabowo? Saat Prabowo sudah lebih dahulu memutihkan GBK lewat kampanye yang kerap disebut subuh putih, Jokowi berencana membalasnya dengan Konser Putih Bersatu di lokasi yang sama. Ckckck, gak mau kalah nih kayaknya.

Baca juga :  Unair, ITB, dan Ilusi Peringkat

Nah, tapi kenapa warna yang dipilih masing-masing kubu putih ya? Emangnya ada arti atau makna khusus dari warna ini?

Menurut beberapa pengamat, pemilihan warna putih ini terkait dengan identitas agama Islam. Ingat Aksi Bela Islam yang fenomenal itu? Waktu itu, busana yang dipakai para pesertanya berwarna putih.

Makanya, menurut pengamat-pengamat itu, warna putih diambil untuk mengasosiasikan diri dengan identitas tersebut. Hal ini terutama berlaku kepada Jokowi yang kerap dihantam isu berbau agama.

Di luar itu, warna putih sering kali diasosiasikan dengan kesucian, kemurnian, dan kebersihan. Selain itu, secara psikologis, warna putih juga sering dikaitkan dengan awal baru, layaknya kanvas putih baru milik para pelukis.

Nah, dari makna-makna yang terdapat dalam warna putih tersebut, siapa ya kira-kira yang bisa dianggap paling putih? Jokowi atau Prabowo? Siapapun jawabannya, semoga hati kita tetap putih memaknai gelaran lima tahunan ini, sehingga tidak terjadi konflik di tingkat masyarakat. (H33)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...