HomeCelotehJokowi ‘Dipaksa Terima Hadiah’

Jokowi ‘Dipaksa Terima Hadiah’

Kecil Besar

“Kekuatan menimbulkan sedikit korupsi, tetapi kelemahan menimbulkan lebih banyak korupsi,” – Eric Hoffer


PinterPolitik.com

Semakin tinggi jabatan, terkadang mendatangkan rintangan yang semakin besar. Masalah kecil aja terkadang jadi besar. Ya namanya juga konsekuensi logis dari kekuasaan.

Tapi, kayaknya Presiden Jokowi terbilang cukup sukses terhindar dari satu masalah fatal seorang pemimpin, yakni korupsi. Kalau masalah lain, Jokowi gak pernah lolos, kena terus, weleh weleeeh.

Belum kedenger sih, ada sesuatu yang berkaitan sama penyalahgunaan jabatan Presiden Jokowi atau tentang masalah mega korupsi yang mengaitkan sama Jokowi. Buat masalah korupsi, lumayan adem ayem lah ya, weleeeh weleeeh.

Dalam hal ini, setidaknya Jokowi membuktikan kalau pendapat tentang kekuasaan itu cenderung korup, gak terlalu berlaku buat Jokowi. Ciyyeee Pak Jokowi bakal senyum nih kalau dipuji begini, hmmm.

Weeeiittsss, sudah cukup muji Jokowinya. Kenapa begitu? Kalau beliau melaksanakan tugasnya dengan baik, ya emang udah jadi tugas dan kewajibannya begitu, jadi ga perlu terlalu dipuji secara berlebihan, Jokowi kan Presiden bukan artis atau idola yang terlalu dipuja-puja, weleeh weleeeeh.

Tapi sebaliknya nih, kalau ada sesuatu yang salah dan keliru dari kepemimpinan Jokowi, tiada cara lain selain mengkritik, ehmmm itu juga kalau Jokowi masih kuat nerima kritik, jangan dilawan ya kritiknya, Pakde, weleeeh weleeeh.

Sebagai contoh aja nih, cobaan menghampiri Jokowi terkadang bikin dia dilematis. Jokowi kan fans beratnya Metallica, nah pada saat itu Jokowi sangat beruntung banget dapet hadiah Gitar Metallica.

Hayooo, dilematis kan? Kalo Jokowi ngambil nanti disangka gratifikasi, gak diambil jiwa metalnya tergoncang, weleeeh weleeh.

Akhirnya, Jokowi lebih memilih ngasih gitar ke KPK, ehmmm, pemimpin tertib, bagus, bagus, lebih bagus lagi sih Jokowi selalu begitu kalo dapet hadiah, weeleeeh weleeeh.

Ternyata ehhh ternyata, menginjak periode kedua, sikap tertib Jokowi ini kembali mendapatkan ujian. Soalnya, Jokowi kini ‘dihadiahi’ masjid oleh Pangeran Abu Dhabi yang akan dibangun di kota kelahiran Jokowi, Solo.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Waduh, dilematis sih, di satu sisi, gak enak kalo ditolak apalagi mau dibangun dengan lahan yang luasnya berhektar-hektar secara gratis.

Tapi, mungkin gak kalo Jokowi terjerat gratifikasi? Kan beliau masuk dalam kategori penyelenggara negara.

Ehmm, Jokowi bakal bersikap apa ya? Kalau Jokowi di masa-masa lalu, dia pasti bakal lapor ke KPK. Nah kalau Jokowi sekarang, apa yang mau dilakukan?

Ehmm, kayaknya didiemin aja deh, soalnya Pakde lagi sibuk mindahin Ibukota, pindahin terus pakde, geserrrr, weleeeh weeleeeh. (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Di Balik Nadiem Menteri Jokowi

Sehari setelah pelantikan presiden, Jokowi memanggil sejumlah pihak ke Istana yang ditengarai sebagai calon-calon menteri yang akan mengisi kabinet pada periode kedua kepemimpinannya. Di...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

Hari Rabu: Jokowi’s Best Day?

“It’s the best day ever!” – SpongeBob Squarepants, “Best Day Ever” (2006) PinterPolitik.com Buat kalian yang kini bisa disebut sebagai generasi milenial, pasti pernah tuh ngalamin rasanya nggak sabar menunggu-nunggu...

Menyingkap Ngabalinisasi ala Rocky Gerung

Rocky Gerung menyebut para ketum parpol koalisi tengah alami Ngabalinisasi. Apa sebenarnya arti kata Ngabalinisasi?

Kemelut FPI Bukan PKI

"Tidak ada ketentuan pidana yang melarang menyebarkan konten FPI karenanya siapa pun yang mengedarkan konten FPI tidak dapat dipidana. Sekali lagi objek larangan adalah...

Formula Bang Oma di Balai Kota

Pelantikan Anies – Sandi mendatang siap digoyang Soneta. Goyang, Bang~ PinterPolitik.com Kalau darah muda sang Ksatria Bergitar itu masih meledak-ledak, mungkin saja dia bakal begadang ke...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...