HomeCelotehJokowi Bikin Tumpang Tindih Baru?

Jokowi Bikin Tumpang Tindih Baru?

Kecil Besar

“Seluruh seni politik terdiri dari mengarahkan secara rasional irasionalitas manusia.” ~Reinhold Niebuhr


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]ada debat capres-cawapres perdana 17 Januari 2019 lalu, Presiden Joko Widodo sempat menyebut soal rencana pembentukan Badan Pusat Legislasi Nasional (BPLN). Nah loh, apaan tuh?

Beberapa netizen eik lihat banyak juga yang mencibir hal tersebut. Apa? Badan Legislasi? Lah bedanya sama DPR RI apa? Perlu banget atau perlu aja? Hmmm…

Ya, sebenarnya yang memiliki fungsi legislasi itu nggak cuma DPR, pemerintah juga. Jadi pembentukan badan khusus lembaga legislasi ini untuk mengintegrasikan seluruh pembahasan perundang-undangan di setiap kementerian agar tidak ada tumpang tindih dalam penyusunan undang-undang. Selama ini kan peran tersebut ada di bawah naungan Kemenkumham. Tapi menurut Jokowi kurang maksimal.

Kebijakan kalau didasari atas nafsu untuk memperoleh suara hasilnya bisa nggak jelas.... Share on X

Terus, kalau memang perlu kenapa baru dicetuskan waktu debat perdana kemarin? Janji baru kampanye ya? Nanti nasibnya sama nggak dengan janji untuk nggak impor pangan, nggak ngangkat ketua parpol jadi menteri, nggak akan angkat Jaksa Agung dari parpol, dan janji-janji manismu dulu yang telah kau ingkari saat ini?

Katanya, lembaga tunggal untuk pembentukan undang-undang ini sebenarnya sudah digagas dari kapan tahu. Bahkan Sekretaris Kabinet Pramono Anung tahun lalu sudah menyatakan pemerintah akan membentuk badan legislasi usai Pilpres 2019.

Nggak cuma itu, Pramono juga mengatakan usulan revisi UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Undang-Undang juga sudah masuk Program Legislasi Nasional tahun 2019. Hal tersebut merupakan bentuk antisipasi kalau-kalau pemerintah memang membutuhkan perubahan-perubahan dalam proses penyusunan udang-undang.

Ehh, tapi masalahnya sekarang bukan cuma apakah ini hanya janji politik atau nggak, tapi lebih kepada kebutuhan. Soalnya tambah badan baru kan berarti harus tambah anggaran negara. Gitu khaann?

Dosen Administrasi Negara dari Universitas Indonesia Defny Holidin menilai pembentukan BPLN malah bisa bikin tumpang tindih. Takutnya nanti malah ada kompetisi tidak sehat antara Kemenkumham dan BPLN karena seolah ada semacam peralihan kewenangan dari satu institusi ke institusi yang lain.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Jokowi yakin Kemenkumham bakal legowo dan memuluskan koordinasi dalam posisinya yang seolah turun pangkat menjadi obyek examination yang dilakukan BPLN?

Lagi pula Kemenkumham ini kan sebenarnya sudah punya ditjen khusus untuk mengurusi perunda-undangan dan juga bertugas menyinkronkan dan melakukan harmonisasi peraturan secara nasional dan antar-daerah. Kenapa pemerintah nggak coba mengoptimalkan ditjen khusus itu aja? Atau kalau menurut Defny, peran Baleg DPR dapat diikutsertakan dalam kerangka kerja sama antara Kemenkumham dan Baleg DPR. Kan jadi lebih ramping.

Nah, kalau menurut kalian gimana nih gaes? Kita perlu punya badan legislasi nggak? (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...