HomeCelotehJK ‘Cubit’ Pejabat Negara

JK ‘Cubit’ Pejabat Negara

“Abdi negara mengurus rakyat, itulah hajat hidup utama seorang pejabat.” ~Najwa Shihab


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]i negeri kita ini, apapun jabatannya, kalau dia berasal dari partai politik, posisinya tetap sama, yakni petugas partai. Nah, berhubung tahun depan ada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, jadi, ada kemungkinan para pejabat daerah hingga pejabat negera sibuk kampanye, baik terang-terangan, maupun terselubung.

Hal tersebut menjadi budaya yang mengakar. Ditambah lagi, sifat masyarakat Indonesia yang kerap mengikuti sikap politik tokoh berpengaruh di lingkungannya, makin-makinlah para politisi ini menggaet banyak duta kampanye dari orang-orang berpengaruh.

Banyak kepala daerah yang akhirnya menjatuhkan pilihan untuk mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengan Ganjar Pranowo, dan Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas bahkan menjanjikan tiga juta suara rakyat Papua untuk Jokowi. Tapi ya gimana dong, pejabat kok gitu?

Wakil Presiden Jusuf Kalla melarang kepala daerah memihak kepada pasangan tertentu dalam pemilihan presiden 2019. Nggak boleh, harus netral bos. Eh, tapi kalau Pak JK sendiri gimana nih? Bukannya bakal jadi dewan pengarah tim Jokowi-Ma’ruf Amin ya?

Jangan salah paham dulu gaes. Ternyata, dukungan politik itu sah-sah saja, namun harus berupa pendapat pribadi, bukan sebagai pejabat pemerintahan. Begitu… Jadi intinya tetap boleh nih ya? Oalahhh… wkwkwkwk.

Pejabat negara itu tugasnya mengurusi negara dan rakyat, bukan jadi juru kampanye. Jangan salah paham lagi , yah... 🙂 Click To Tweet

Memang ya, Pak JK ini paling cerdas kalau urusan beretorika. Ngerti banget bagaimana cara memoleh perkataan yang terdengar berbeda, padahal maksudnya mah sama. Masuk Pak JK!

JK mengatakan aparatur sipil negara harus netral dalam pemilu. Mereka bahkan harus mengambil cuti jika diangkat menjadi timses.

Baca juga :  Raffi Ahmad Capres PKS?
- Advertisement -

Hmm, tapi maap-maap aja nih. Kalau sampai ada gubernur yang baru dilantik, terus akhirnya ngambil cuti buat jadi timses itu kok rasa-rasanya menggemaskan sekali ya. Duh, jangan sampai deh ada yang begitu.

Sebagai seorang pribadi, tak masalah jika ingin memiliki sikap politik untuk mendukung calon tertentu. Entah karena satu partai kek, entah karena disuruh partai kek, tapi setidaknya diam-diam aja. Dalam hati aja.

Jadi nggak perlu koar-koar ke publik tentang pilihannya. Nggak bagus ih. Mending kalau mau koar-koar itu soal prestasi aja, selama menjabat sudah berhasil berbuat apa? Siapa tahu kan bakal jadi calon presiden di masa depan. Siapin aja bekal yang banyak. Ya khaaan? (E36)

spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...