HomeCelotehJemput 'Kematian' Partai Politik

Jemput ‘Kematian’ Partai Politik

Kecil Besar

“Hampir semua orang dapat menanggung kemalangan, tapi jika Anda ingin menguji watak manusia, coba beri dia kekuasaan.”


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]artai politik memang menjadi jalan menuju kekuasaan. Maka dari itu banyak orang berlomba masuk ke partai untuk melancarkan ambisinya.

Nah tapi tujuannya orang masuk partai pasti beda – beda, meraih kekuasaan untuk menyejahterakan rakyat atau meraih kekuasaan untuk mengeruk duit rakyat, hayoloohhhh, siapa tuh yang begitu?

Kalau mau lihat tandanya sih gampang, semakin banyak KPK menjahit rompi oranye, semakin bobroklah negara kita digerogoti para koruptor, weleeeh weleeeeh.

Wedeeeww, ternyata kalau ditinjau secara positif partai politik juga bisa loh. Kaget ga? Weleeeeh weleeeh. Ternyata ehhhh ternyata partai politik itu bisa menjadi rahim pemimpin bangsa, eleeeeuuuhh eleeeeuuuh, weeew amazing.

Tapi sejauhmana partai politik bisa memastikan itu? Hmmm, rasanya mustahil ya. Coba kalau mau nyalon jadi caleg atau kepala daerah, yang dipertimbangkan bukan kompetensi tapi uang, uang, dan uang. Nah loh kalau begini rusak sudah, uang beli apa aja, termasuk marwah partai politik, zzzzz.

Katanya rahimnya pemimpin bangsa, kalau gitu sih namanya jadi rahimnya pemimpin asal ada duit, weleeeeh weleeeeh.

Nah berhubung mau ada kontestasi politik, coba lihat deh, kira-kira tingkahnya partai politik itu aneh ga sih? Semisal kalau partai politik ga punya kader yang diusung dalam kontestasi politik?

Ga masalah lah, kan bisa catut siapa kek, tokoh nasional kek, atau artis kek, siapa gitu, hmmm begini nih. Inilah cikal bakal hancurnya rahim pemimpin bangsa. Weeeww, jadi serius begini deh hoalaaaahhh.

Contohnya aja nih, miris banget tapi menggelikan. Salah satu partai dengan bangganya bilang, kami mencalonkan saudara Jokowi untuk maju sebagai Calon Presiden 2019, kalau ada yang layak kenapa cari yang lain. Hmmm, mikir keras.

Baca juga :  Jokowi: Saya akan Lawan! Part 2

Ettt, dipikir – pikir Jokowi kan bukan kader partai mereka, ngapain mereka bilang begitu ya? Kan kayak nunjukkin banget kalau partai itu sama sekali ga mampu ngedidik kader sampe pilih Jokowi.

Hadeuuhh, harusnya sih malu, etttt ini malah bangga begitu. Kebanyakan partai sekarang pada begitu sih, demennya nebeng, apalagi kalau mau Pemilu begini. Cari tokoh yang kuat abis itu nebeng dah. Hadeuuuh, ga malu? (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...