HomeCelotehHendropriyono, Politikus ‘Baperan’

Hendropriyono, Politikus ‘Baperan’

“Tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan.”


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]etua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), A.M Hendropriyono menghadiahkan kado pahit untuk partainya, seiring dengan merayakan kegembiraan PKPI yang resmi jadi peserta Pemilu 2019.

Kado pahit ditengah kegembiraan, dilema sekali ya, hmmm. Kabar ini tak jauh dari pengumuman sahnya keputusan pengadilan sekaligus adanya kabar tak menyenangkan tentang pengunduran diri A.M Hendropriyono selaku Ketua Umum PKPI.

Hal ini sontak membuat kader PKPI terkejut, harapannya bisa menjalani euforia bersama dengan Ketua Umum, lah malah mengundurkan diri.

Kata Hendropriyono sih alasannya supaya ia bisa bebas untuk berkawan dengan sahabat – sahabat lamanya seperti SBY, Megawati, Prabowo, dan lainnya. Selain itu, supaya tak ada lagi permusuhan diantara mereka, hmmm gimana ya?

Memangnya kalau menjadi politikus ga bisa berkawan ya? Atau mungkin ada anggapan kalau jadi politikus itu cuma berteman sama lingkar koalisi aja ya?

Hadeuuuhhh, ga akan pernah ada teman setia dalam berpolitik. Semua sifatnya semu dan tak ada yang abadi. Ya udah deh, semua politikus itu adalah teman, teman berdemokrasi, hmmm.

Begitu juga musuh, ga ada juga musuh abadi dalam politik. Hari ini bisa musuh, tapi esok lusa bisa saja sangat romantis bercengkarama, hadeuuhhh, namanya juga politik jadi wajar – wajar aja berubah – ubah.

- Advertisement -

Ya mau ga mau, kabar gembira PKPI yang jadi peserta Pemilu jadi penghujung karier politik Hendropriyono, weleeeh weleeh. Tapi sebenernya sih, kalau Hendropriyono tak banyak menggunakan hati dalam berpolitik, ga akan ada dilema kayak gini sih.

Apakah Hendropriyono itu terlalu membentuk dirinya sebagai politikus yang melankolis atau seperti apa? Padahal, semua partai itu ga ada yang bermusuhan, hanya berbeda pandangan aja.

Baca juga :  Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

Apalagi kalau mau membedah lagi adagium dalam dunia politik, yang abadi itu hanyalah kepentingan. Nah kalau mau mengejar kepentingan itu, caranya cuma dua, berteman atau bermusuhan tapi sifatnya hanya sementara aja.

Kalau kepentingannya berubah, otomatis teman dan musuhnya juga berubah. Makanya, kalau Hendropriyono ingin keharmonisan seluruh partai politik, ya ga bisa. Namanya juga ada oposisi yang jadi mitra kritis pemerintah.

Jadi ga ada istilah dunia politik yang adem ayem, setidaknya harus ada dinamika politik, biar ga hambar, weleeeh weleeeh. (Z19)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...