HomeCelotehHanura, Telat Rebut Hati Rakyat?

Hanura, Telat Rebut Hati Rakyat?

Kecil Besar

“The greatest gift that you can give to others is the gift of unconditional love and acceptance.” ~ Brian Tracy


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]i usianya yang menginjak 11 tahun, Partai Hanura terinspirasi salah satu program televisi yang bertujuan untuk memikat hati rakyat.

Program itu ialah perbaikan rumah yang sudah mau ambruk menjadi layak tinggal.

Sedari awal kemunculannya di 2006, Partai Hanura seharusnya melakukan hal yang langsung menyentuh rakyat seperti bedah rumah. Tapi yang terjadi justru lain. Ah, sudahlah.

Mengingat akronim Partai ini ialah Hati Nurani Rakyat, ya jelas harusnya melakukan program yang langsung menyentuh hati rakyat. Harusnya loh, harusnya wkwkwk

Tapi sayang sekali ya, di awal Partai Hanura lebih dikenal dengan keberaniannya mengusung langsung Calon Presiden dan Wakil Presiden sendiri. Weleeeh weleeeh

Hmmm, awalnya aja begini, coba kalau awalnya Partai Hanura membedah rumah, mungkin persentase capaian di DPR RI juga menjadi lebih banyak weleeeh weleeeh. Tapi itu juga baru kemungkinan wkwkwk.

Kan pas di awal yang ditangkap masyarakat bukan lagi hati nuraninya, tapi ambisi pribadi kalau begitu sih, weleeeh weleeeh.

Saat itu, adanya kolaborasi Wiranto dan Hary Tanoesudibjo atau yang akrab disingkat WIN-HT mulai menggema.

Weleeeeh weleeeeh, hal ini entah realistis atau justru terlalu mengawang-awang. Walau akhirnya kolaborasi ini kandas tak tentu arah.

Kini Partai Hanura sudah berganti kepemimpinan. Ketua Umum Partai Hanura yang juga menjabat Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR RI ini menggagas perbaikan rumah bagi masyarakat yang tidak mampu. Hmmm, pasti hati rakyat terenyuh melihat hal ini.

Walau terkesan terlambat, di ulang tahunnya yang ke 11 ini Partai Hanura memiliki persembahan istimewa yaitu membedah 11 unit rumah sebagai hadiah bagi warga Semarang.

Bahkan, katanya Partai Hanura pun merencanakan akan membedah 11 rumah di masing-masing Provinsi yang ada di Indonesia. Nah, ini baru keren, weleeeh weleeeh.

Nah gitu dong, itu baru namanya partai yang bergerak dengan hati nurani rakyat. Tapi kira-kira program ini dilanjutkan atau hanya jadi pemanis aja ya menjelang tahun politik? Entahlah. (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...