HomeCelotehGNPF-U Larang Pilih Ulama?

GNPF-U Larang Pilih Ulama?

Kecil Besar

“Agama tidak membuat masyarakat menjadi fanatik. Orang menjadi fanatik dan menggunakan agama untuk membenarkan ideologi mereka sendiri.” ~Reza Aslan


PinterPolitik.com

[dropcap]I[/dropcap]jtima Ulama II telah dilangsungkan dan menemukan titik temu. Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, GNPF Ulama tetap mendukung Prabowo Subianto yang akhirnya berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Paslon Prabowo-Sandiaga pun berencana akan meneken pakta integritas dalam Ijtima Ulama II. Lah, bukan ulama tapi kok dipilih? Tenang gaes, ganteng-ganteng gini, Bang Sandi itu seorang santri era post-islamisme, versi para pendukungnya. Jadi tetap islami. Cmiw.

Munculnya keputusan Ijtima Ulama diprediksi dapat memecah suara ulama di Pilpres 2019. Ada kelompok ulama yang mendukung Prabowo-Sandi, ada kelompok ulama yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Yaa, beda suara sih nggak masalah, asal tetap menentramkan.

Tapi nih gaes, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak nampaknya kurang menyukai adanya perpecahan tersebut nih. Dia justru menyayangkan sikap kubu sebelah yang memilih cawapres dari kalangan ulama.

Ijtima Ulama atau Ijtima Pendukung Prabowo-Rizieq? Kok, nggak mau mendukung ulama? Hehe Share on X

Hmm, bingung bukan? Yang awalnya bilang harus memilih ulama sebagai pemimpin siapa? Yang pertama menyodorkan beberapa ulama untuk mendampingi Prabowo siapa? Loh, sekarang kok melarang-larang ulama untuk menjadi cawapres pasangan lain?

Menurut Yusuf, setelah ada keputusan, maka masing-masing ulama bebas menentukan pilihannya. Namun, ia memprediksi suara ulama ke kubu Prabowo-Sandi akan lebih banyak.

Yusuf juga menjelaskan bagaimana Ijtima Ulama bisa menjadi kekuatan besar untuk menjamin kemenangan di 2019. Lagi-lagi ia bernostalgia tentang kemenangan Anies-Sandi di Pilkada 2017 yang saat itu melawa kubu petahana.

Ciee ciee, iya sih menang. Tapi kira-kira sekarang punya bahan propaganda apa ya? Mungkin nggak Jokowi bakal salah ngomong seperti yang dialami Ahok tempo hari? Kalau begitu, kubu Prabowo harus banyak-banyak berdoa, semoga sesekali lidah Jokowi keseleo sampai salah ngomong. Hehehe.

Hadeh, sungguh politik itu benar-benar menyeramkan ya gaes. Hati siapa pun bisa jadi bimbang karenanya, tak terkecuali para tokoh agama. Kemarin bilang A sekarang bisa bilang B. Ah, kalau begini, haruskah kita pandang mereka sebagai politisi saja? Abis, sikapnya penuh dengan kepentingan banget sih. Hehehe. (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...