HomeCelotehGerindra Mengajak, PKS Menolak

Gerindra Mengajak, PKS Menolak

Kecil Besar

“Demokrasi bisa ditindas sementara karena kesalahannya sendiri, tetapi setelah ia mengalami cobaan yang pahit, ia akan muncul kembali dengan penuh keinsafan.” ~  Hatta


PinterPolitik.com

[dropcap]R[/dropcap]omantisme Partai Gerindra dan PKS terjalin dalam berbagai kontestasi politik baik di tingkatan nasional maupun daerah. Tapi, kisah keduanya tak lagi berlanjut.

Hmm, tapi terhentinya di Pilgub Jawa Barat. Masih teringat di Pilgub DKI Jakarta? Hmm, sangat kompak dan solid ya. Ternyata romantisme ini ada akhirnya juga ya. Weleeeeh weleeeh.

Tapi apa yang menjadi alasan dua partai yang merajut romantisme ini tak lagi bersama? Hmm, banyak menerka – nerka apakah ada masalah fundamental diantara mereka? Weleeeh weleeeh entahlah.

Berawal dari Partai Gerindra yang melepas salah satu primadona di Pilgub Jawa Barat. Mungkin langkah ini kurang tepat, karena justru PKS terpesona dengan primadona yang didepak Partai Gerindra. Hmmm, memang tangan tak sampai ya. hehehe

Selanjutnya, Partai Gerindra seolah menghilang dalam percaturan politik Pilgub Jawa Barat. Akhirnya PKS memantapkan pilihannya kepada Deddy Mizwar untuk bertarung di Pilgub Jawa Barat.

Partai Gerindra rasanya tak mungkin merapat ke PKS, masa mau jilat ludahnya sendiri hehehe. Akhirnya saat keluar dari persinggahan, Gerindra memunculkan sosok baru yang akan bertarung melawan dua primadona Pilgub Jawa Barat. Weleeeh weleeeeh.

Sesaat memiliki sosok baru, Gerindra kembali mengajak PKS untuk mengulang romantisme kemenangan di Pilgub DKI Jakarta. Namun, PKS dengan bertutur perlahan menolak ajakannya karena sudah memantapkan pilihan.

Cuppp…cupppp, maaf ya Gerindra kini PKS tak lagi bisa bersama hehehehe.

Baca juga :  Lapar yang Tidak Ikut Libur

Mungkinkah Pilgub Jawa Barat akan menjadi titik akhir perjalanan dua partai yang dulu sama – sama merajut kemenangan di DKI Jakarta dan saling merangkul saat menerima kekalahan di Pilpres 2014. Weleeeh weleeeeh.

Akankah ikrar antara kedua partai ini tak lagi bisa diikat dalam kesamaan pandangan? Hmmm, konsekuensi logis dari dinamisnya dunia politik. Selamat bertarung di tanah pasundan ya hehehe. (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...