HomeCelotehGanjar-Sudirman, Serupa Tapi Beda

Ganjar-Sudirman, Serupa Tapi Beda

“Strategi tanpa taktik adalah jalan paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah kebisingan sebelum kekalahan.” ~ Sun Tzu


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]ertarungan head to head di Pilgub Jawa Tengah semakin memanas. Tarik menarik dukungan dan suara dari berbagai elemen masyarakat terus dikejar oleh Ganjar Pranowo dan Sudirman Said.

Kedua pasangan calon ini akan semakin mematangkan konsep dan strateginya untuk mencuri perhatian masyarakat Jawa Tengah.

Yang bikin pertarungan seru itu, bukan hanya ada dua calon, tapi dari keduanya itu terdiri dari petahana dan penantang baru. Weleeeh weleeeh.

Setidaknya masyarakat juga lebih mudah memilih salah satu diantaranya. Mau melanjutkan atau memulai sesuatu yang baru?

Kalau dilihat dari strateginya sih, Ganjar dan Sudirman itu mirip – mirip gitu. Lah kalau strateginya mirip, yang menang yang mana dong? Weleeeeh weleeeeh.

Strategi keduanya itu adalah saling copypaste. Entah siapa yang meng-copy, entah siapa juga yang me-paste.

Sedikitnya ada dua hal yang membuat mereka saling ‘copy paste’ untuk melancarkan misinya merebut kekuasaan.

Nah sebagai bukti kesamaannya, pertama Ganjar dan Sudirman, keduanya saling gantian untuk berkomunikasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Diawali oleh Ganjar terlebih dulu, abis itu baru deh Sudirman yang ngobrol sama Muhammadiyah Jawa Tengah. Hmm, emang Muhammadiyah mau dukung siapa ya?

Apakah taktik mendekati para ulama menjadi taji ampuh dua pasangan ini? Ah, ga asik nih masa dua – duanya punya strategi yang sama, weleeeeh weleeeeh.

Selain Muhammadiyah, kedua pasangan ini pun menghampiri Nahdhatul Ulama (NU). Tapi kedua pasangan ini kembali memiliki kemiripan, karena sama – sama mengirimkan Calon Wakil Gubernurnya untuk berkomunikasi dengan pengurus NU Jawa Tengah.

Baca juga :  Seret Luhut dan Para Jenderal, Ganjar Frustasi?

Hmmm, samaan lagi kan, weleeeh weleeeh. 

Walau strategi Ganjar dan Sudirman sama, tapi dampaknya pasti akan berbeda. Seperti taktik keduanya mendekati Muhammadiyah dan NU, tentu hasilnya berbeda.

Hal ini yang membuat dua calon Gubernur Jawa Tengah ini menjadi serupa tapi tak sama. Bedanya, akan ada satu yang menang dan satu yang kalah. Pilih yang mana? Weleeeh weleeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...