HomeCelotehFadli: Demo Mahasiswa, Media Kemana?

Fadli: Demo Mahasiswa, Media Kemana?

Kecil Besar

“Namanya juga mahasiswa, ada saja akalnya.” ~Ninna Rosmina


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]aru-baru ini aku dibikin tergelitik dengan perkataan Pramoedya Ananta Toer yang tertuang di bukunya yang berjudul ‘Rumah Kaca’. Pramoedya bilang, berbahagialah para mahasiswa bebal, karena kalian dibenarkan berbuat segala-galanya.

Hmm, kalian mungkin sering mendengar umpatan tentang mahasiswa masa kini. Mereka yang berdemo mengatasnamakan suara rakyat di jalan-jalan besar dan gedung-gedung pemerintahan, tapi malah dihujat rakyat.

Kalau jadi si pendemo aku pasti sedih. Wong udah dibela-belain malah menghujat. Eh, tapi selain itu aku jadi bertanya-tanya, kalau perlakuan rakyat seperti itu, sebenarnya yang mereka sampaikan ini beneran suara rakyat bukan? Kok kalau ada yang demo rakyat bukannya mendukung, malah sibuk mengeluh soal kemacetan. Jangan-jangan yang paling bikin rakyat resah bukan harga pangan, melainkan jalanan yang macet, eh ditambah ada demo, makin kesal deh. Ckckck.

Sekarang ini kenapa ya, demo mahasiswa serasa kurang gereget. Beda dengan zaman dulu yang konon bisa bikin gemetar. Sebagian masyarakat juga dirasa kurang menghargai keberanian mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.

Dengan kondisi negara yang seperti ini, mahasiswa masih perlu turun ke bawah untuk menyampaikan aspirasi nggak sih? Share on X

Senin, 29 Oktober 2018 lalu, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) menggelar demonstrasi dengan menyampaikan 11 tuntutan terkait empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Banyak yaaa.. Tapi kok nggak heboh?

Padahal, aliansi yang menilai Jokowi-JK gagal dalam merealisasikan janji-janji kampanyenya itu beranggotakan BEM dari 200 universitas loh. Buanyaaakkk, melimpah. Tapi yang di tv kebanyakan berita soal Lion Air. Apa nggak semenarik itu? Setidaknya hal tersebut juga terpikir di kepala Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Kira-kira kenapa tuh?

Di akun Twitter pribadi miliknya, Fadli berspekulasi, mungkin sebagian besar pers/ media mainstream sudah jadi pers/ media partisan yang berpihak pada petahana. Menurut dia, hanya sedikit media yang masih berperan sebagai pilar demokrasi.

Baca juga :  Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Menurut Fadli, sekarang pers menjadi alat penguasa atau pengusaha pers. Jadi menurutnya, perlu citizen journalism untuk mengganti peran pers/ media yang telah terbeli. Bagaimana nih menurut kalian?

Ya, kalau aku sih cuma punya satu pesan untuk para mahasiswa brondong-brondongku tercinta. Mengkritisi pemerintah boleh aja, tapi semoga lantangnya orasi kalian, berbanding lurus dengan IPK ya. Belajar yang benar. Biar setelah lulus bisa memimpin negara lebih baik lagi. (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...