HomeCelotehDPR ‘Pembunuh’ Berjamaah

DPR ‘Pembunuh’ Berjamaah

“Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.” ~ Gie


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]erbedaan sikap terlihat dalam pengesahan Undang – undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3). Dari 10 fraksi di DPR, hanya PPP dan Partai Nasdem yang tidak menyetujui.

Selebihnya? Ya sudah pasti mendukunglah, apalagi revisinya akan menguntungkan partai politik maupun DPR. Yang untung yang didukung, weeleeeh weleeeh.

Dalam perubahannya, terdapat penambahan pasal yang mengesankan DPR memiliki tiga kuasa tambahan yakni pemanggilan paksa dalam rapat DPR, imunitas, dan bisa mengkriminalisasi penghinaan terhadap DPR.

Semakin kuat ga nih DPR kalau begini caranya, weleeeeh weleeeeh. Tak bisa disentuh sembarangan lagi. Ya iyalah, tapi sebelumnya wakil rakyat itu harus ditanya sebenernya apa sih yang hendak diperjuangkan?

Kalau dalam revisinya itu, DPR ingin adanya regulasi mengenai pemanggilan paksa dalam rapat DPR. Hmmm, kalau yang ini DPR belajar dari pengalamannya yang susah memanggil KPK ya, upppppss hadeuuuhhh.

Revisi tentang poin yang pertama sih agar DPR tak seperti macan ompong lagi ya, galak tapi tak memiliki kekuatan yang besar, weleeeeh weleeeeh.

Apalagi kalau yang kedua, imunitas. Hadeuhhhh, memangnya metabolisme tubuhnya sedang terganggu ya sampe harus siap – siap dikasih hak imun agar kebal dari berbagai macam ancaman. Jadi kalau kena kasus pidana, anggota DPR bisa bersembunyi dan berlindung di hak imunitas.

- Advertisement -

Atas restu Presiden, pemeriksaan anggota DPR akan menggunakan sistem yang rumit, weleeeeh weleeeh. Apakah masyarakat boleh ikut menghujat bila ada wakil rakyat yang salah? Hadeuhhh. Bingung kan kalau begitu caranya, wahhh syudahlahhh. Kayanya sih udah ga boleh deh.

Baca juga :  Rocky Gerung Bertarung di Pilpres 2024?

Hmmm, bener aja kan begitu. Yang lebih parah sih yang ketiga, DPR akan mengkriminalisasikan penghinaan terhadap DPR. Kita sekarang lagi ngerayain indahnya demokrasi, ye DPRnya malah ‘memotong lidah’ rakyat yang ingin mengungkapkan pendapat dan ekspresi nya.

Apa bedanya coba dengan langkah pemerintah yang akan menghidupkan kembali pasal penghinaan Presiden? Ya sama aja. Makin gelap ajalah kehidupan demokrasi di Indonesia.

Apakah DPR juga rela ‘membunuh’ secara ramai – ramai demokrasi yang sudah mulai gelap ini?

Mari tunggu, siapa duluan yang akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi. (Z19)

spot_img

#Trending Article

Ma’ruf Amin Apes di Pilkada 2020

"Kami menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Tangsel karena belum dapat memenangkan harapan perubahan. Hasil penghitungan suara kami tidak banyak dibandingkan paslon lain". - Siti...

Ahok Disenggol Kasus Brigadir J?

“Pertanyaan saya, kapan mereka pacaran, sehingga ketika Ahok di balik jeruji dan di balik tembok mengikat perjanjian kawin dengan ajudan ibu,” – Kamarudin Simanjuntak, Pengacara...

Anies Taklukkan Indonesia Timur?

“Alhamdulillah, tujuh kabupaten (di Maluku) yang sudah terbentuk kepengurusan siap mendeklarasi Anies Presiden” – Sulaiman Wasahua, Ketua Relawan Sobat Anies Maluku PinterPolitik.com Manuver politik Gubernur DKI Jakarta...

Drama Maming Resahkan PDIP-PBNU?

“Kalau saya, koruptor jangan dicekal ke luar negeri tapi dicekik. Harusnya dicekal untuk balik ke Indonesia, biar korupsi di luar negeri,” Cak Lontong, Komedian Indonesia PinterPolitik.com Masyarakat...

Baim Wong Saingan Kang Emil?

“Kang Emil kan juga numpang populer, sama saja dengan Baim Wong yang melihat peluang dari Citayam Fashion Week,” – Jazilul Fawaid, Waketum PKB PinterPolitik.com Seolah tidak ada habisnya,...

Anies-AHY Kawin Paksa?

“Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa,” - Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan Siti...

Misteri Teror Kominfo

“Teror bagaimana? Saya baru tahu teror, Kominfo diteror kali,” – Johnny G. Plate, Menkominfo PinterPolitik.com #BlokirKominfo menjadi trending di Twitter, banyak warganet yang melontarkan kritik terhadap kontroversi kebijakan Penyelenggara Sistem...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...