HomeCelotehBuwas ‘Permainkan’ Harga Beras

Buwas ‘Permainkan’ Harga Beras

“Mungkin akan nyusul, saya buat beras renceng sachetan yang isinya 200 gram. Itu bisa dibeli oleh masyarakat minim dengan harga Rp 2.000, bisa makan dan beras akan tersedia di mana mana.” ~ Budi Waseso, Dirut Bulog


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]ua hal sensasional akhirnya dipertemukan. Yang pertama ialah, beras yang diimpor dengan jumlah banyak sempat meramaikan pemberitaan sejagat raya.

Bukan tanpa alasan, tapi impor beras itu beriringan dengan panen raya. Dengan kata lain, itu bisa membunuh petani lokal dan menutup ruang pasar untuk beras lokal. Sudah puaskah Pemerintah?

Ehmm, makanya tak aneh kalau Menteri Perdagangan sempat dijuluki si tengkulak beras. Nah, beras yang sensasional itu akhirnya dilempar dan ditampung oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

Nah kalau yang kedua, masih ada kaitannya dengan beras. Berhubung ditampung di Bulog, ada sosok yang mengejutkan publik yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bulog. Ia adalah Budi Waseso.

Lah apa sensasionalnya sosok Budi Waseso? Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini perasaan biasa – biasa aja deh.

Palingan pernyataannya tentang sipir yang diganti dengan buaya doang deh yang bikin menggelegar.

Weeeeitsss, nanti dulu dong. Kalau dicermati, Budi Waseso dari ngurus narkotika kini melompat jauh mengurusi urusan logistik. Pertanyaan dasarnya, apakah Budi Waseso bisa menanganinya? Stabilitas harga, persediaan? Bisa ga ya?

- Advertisement -

Tapi harusnya sih layak, kan Budi Waseso udah lolos seleksi yang langsung dipimpin Presiden Jokowi, weleeeh weleeeh.

Nah loh, kok masyarakat agak keanehan gitu ya mendengar Bulog di bawah kepemimpinan Budi Waseso mau mengeluarkan kebijakan.

Lah emang kebijakannya apaan? Kata Budi Waseso sih, ia akan mengeluarkan produk beras dalam bentuk kemasan 200 gram yang dijual Rp 2.000. Alasannya sih, supaya ga memberatkan masyarakat karena kenaikan harga.

Baca juga :  Airlangga Tantang Prabowo?

Woailaaah, kalau kemasannya gimana kek ya sama aja. Namanya juga beras naik perkilogram, ya otomatis beras kemasan ala Budi Waseso juga sudah pasti naik, masa engga? Hadeuuuhh.

Intinya sih, kebijakan awal Budi Waseso itu terkesan lucu dan menggelikan. Ga ngebayangin kalau beras dijual sachetan, kalau mau beli sekilogram ribet dong nanti jadi ada berapa kemasan, ahhh syudahhlah.

Solusi Budi Waseso kayaknya kurang tepat, bikin ribet malahan, weleeeh weleeeeh. Tapi kalau sudah lolos seleksi dari Jokowi, masyarakat mau bilang apa?

Weeeittss, makanya kalau kata penulis dari Inggris, Gilbert Keith Chesterton, persoalan ini bukan dia tidak bisa menemukan solusi, tapi karena dia tak mampu memahami masalah.

Nah loh, kalau begitu mending Dirut Bulog pelajari dulu deh tugas, fungsi dan wewenang Bulog, supaya solusi yang ditawarkan bisa tepat. Sepakat? (Z19)

spot_img

#Trending Article

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mantra “Yakusa” Mahfud Buat Anies?

“Siap hadir ke arena Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Yakin usaha sampai (Yakusa) untuk membangun insan cita HMI” –   Mahfud MD,...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...