HomeCelotehAkhirnya, Garuda Kena di Tangan Erick?

Akhirnya, Garuda Kena di Tangan Erick?

“Tatap matamu bagai busur panah yang kau lepaskan ke jantung hatiku,” – Dewa 19, Roman Picisan


PinterPolitik.com

Selama beberapa waktu terakhir, masyarakat dihebohkan dengan kasus penyelundupan barang oleh Dirut PT Garuda Indonesia Ari Ashkara. Jadi, beberapa waktu yang lalu, sebuah pesawat Airbus kedapatan membawa barang berupa  suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton, yang dikonfirmasi Menteri BUMN Erick Thohir  sebagai barang selundupan.

Akibat dari hal itu, Pak Erick langsung mengambil tindakan tegas. Jabatan Ari Ashkara sebagai dirut akhirnya dicopot setelah sebelumnya diminta untuk mundur.

Hal ini tuh mungkin jadi ujung dari gunung es dari segudang masalah di internal perusahaan pelat merah itu. Dalam kasus dugaan penyelundupan ini misalnya, ada sosok bawahan yang diduga mau pasang  badan untuk sang Dirut. Hal ini dapat menjadi gambaran bahwa ada problem di manajemen perusahaan itu.

Selain itu, jika ditarik jauh, ada masalah besar lain yang menerpa perusahaan penerbangan itu. Beberapa waktu yang lalu, perusahaan ini sempat diterpa skandal laporan keuangan. Kala itu, Garuda disebut melakukan rekayasa laporan keuangan. Waduh.

Yang membuat banyak masyarakat bingung, dugaan rekayasa laporan keuangan ini ternyata tak berujung pada tindakan tegas dari pihak-pihak terkait. Memang sih ada denda senilai Rp 1,2 miliar dan pembuatan lapkeu ulang, tapi publik jelas mengharapkan hukuman lain yang lebih tegas kepada Garuda.

Makanya, masyarakat tuh jadi bingung, kok bisa ya perusahaan sekelas Garuda dibiarkan punya masalah yang demikian menggunung tinggi? Wajar kemudian kalau ada yang mempertanyakan menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno dalam menangani perusahaan penerbangan pelat merah ini. Bagaimana mungkin sih ada perkara seperti laporan keuangan palsu sanksinya hanya itu?

Baca juga :  Jokowi Mengubah Politik Indonesia?

Nah, sekarang ketika Pak Erick  jadi menteri BUMN, akhirnya Garuda, terutama Dirut-nya kena juga. Sepertinya ada banyak hal yang harus diselesaikan dan diungkap dari perusahaan tersebut. Makanya, kalau memang Pak Erick serius, harusnya  ada banyak hal lain yang diselesaikan dari perusahaan itu.

- Advertisement -

Oleh karena itu, para netizen wabilkhusus para pendengung di Twitter jangan buru-buru mengglorifikasi pencopotan Dirut ini terlebih dahulu. Ini kan masih jadi fenomena kecil dari beragam masalah yang ada di perusahaan itu. Dalam urusan penyelundupan ini misalnya, idealnya ada tindakan hukum pidana.

Jangan juga energi Pak Erick dan juga Menteri Keuangan Sri Mulyani habis hanya untuk perkara ini. Kan masih banyak urusan yang lain. Jangan sampai energi habis di awal untuk perkara ini, lalu terseok-seok untuk urusan lain di masa yang akan datang.

Ya, semoga Pak Erick bisa terus bergerak untuk membereskan berbagai masalah di BUMN seperti Garuda. Kan sekarang udah banyak yang bilang Pak Erick melakukan gebrakan, tinggal dilengkapi dan dibuktikan aja gebrakan sosok yang dikenal melalui grup perusahaan Mahaka itu. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...