HomeCelotehAda Penyusup di DPR?

Ada Penyusup di DPR?

Kecil Besar

“Bangunlah sebuah rumah yang yahud. Di mana kita kan dapat bersama, tak ada yang dapat menyusup masuk ke dalam,” – Naif, Rumah yang Yahud


Pinterpolitik.com

Selama beberapa waktu terakhir ini, rasa geram masyarakat kepada pemerintah dan DPR tampak semakin menjadi. Gimana enggak, dari berbagai tuntutan terutama terkait pembatalan revisi UU KPK belum juga terjadi. Akibatnya, gelombang demonstrasi menjadi tak terhindarkan.

Nah, gelombang yang semakin menjadi ini mulai diterpa dengan berbagai isu tak sedap. Salah satu yang paling banyak didengungkan oleh para pendengung di media sosial dan juga pejabat pemerintah adalah bahwa demo itu telah disusupi. Oh ya?

Terlepas dari isu penyusup seperti itu, Pak Jokowi sendiri sebagai pemegang kekuatan eksekutif tampaknya sudah mulai memikirkan solusi, alih-alih mencari-cari alasan. Menurut mantan Wali Kota Solo ini, ia tengah mempertimbangkan opsi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk KPK.

Hal ini sebenarnya sudah disarankan oleh para demonstran, ahli-ahli hukum, sampai para pinisepuh negeri. Memang, ini tuh agak terlambat, tapi ya bisa jadi solusi dari berbagai kekacauan yang terjadi belakangan ini.

Sayangnya, pertimbangan Pak Jokowi ini ternyata tak jadi pertimbangan oleh partai-partai pendukung Pak Jokowi sendiri di DPR. PDIP, PKB, PPP sama-sama kompak penerbitan Perppu untuk menghadapi UU KPK. Kalau yang begini-begini aja mereka pada kompak, huft.

Nah, kalau kita balik lagi ke penyusup, jangan-jangan partai-partai di DPR ini adalah penyusup sebenarnya yang ada dalam gejolak terkait UU KPK. Coba itu, kan presidennya sudah memikirkan opsi untuk menerbitkan Perppu, kok mereka malah menahannya?

Ngomong-ngomon soal penyusup, memangnya di DPR tidak ada penyusup? Share on X
Baca juga :  Jersey Oranje Pengubur Luka Sejarah?

Beragam alasan diungkapkan oleh partai-partai tersebut mulai dari tak ada kegentingan, pelanggaran konstitusi, sampai soal perlu persetujuan DPR. Sebenarnya apa sih yang membuat DPR berpikir sekarang itu tidak genting?

Itu loh, amarah masyarakat sudah semakin sulit untuk dibendung, masak dianggap tidak ada kegentingan? Terus, soal masa depan pembarantasan korupsi pasca revisi UU KPK, masak dianggap tidak genting?

Kan ini membuat banyak orang bingung, partai-partai ini kan dulu sempat mencoba mengambil efek ekor jasnya Pak Jokowi, eh sekarang malah membiarkan Pak Jokowi terus jadi sasaran kritik. Kalau seperti ini, jadinya siapa yang penyusup?

Yang jadi pertanyaan berikutnya  adalah, kok bisa-bisanya mereka kompak ya di saat-saat seperti ini? Apa mungkin ada penyusup lain yang menyelinap di DPR? Ah, udah deh jangan banyak nanya, kita tunggu aja akan seperti apa perkembangan perkara ini. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...