HomeCelotehPrabowo ‘Hadang’ Kereta Cepat?

Prabowo ‘Hadang’ Kereta Cepat?

“Jalan menuju sukses adalah selalu sedang dalam pembangunan.” ~Steve Maraboli


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]erja, kerja, kerja! Bangun ini, bangun itu! Begitulah gaya kebijakan Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Pembangun secara masif dilakukan. Sampe-sampe ada rakyat yang nyeletuk, emang kita makan pakai infrastruktur?

Waduh, nggak gitu juga cara menanggapinya ya Sahabat. Maksud pemerintahan Jokowi-JK membangun banyak infrastruktur itu kan juga baik, demi mempercepat laju perekenomian kita. Kalau perekonomiannya maju kan rakyat juga yang happy. Kalau happy kan bisa milih lagi di pilpres tahun depan. Ehhh…

Namun, kebijakan pembangunan Jokowi tidak sepenuhnya bisa dipandang positif. Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai pembangunan tersebut perlu dikritisi dan dikaji. Jeng, jeng, jeng, kepada para kontraktor harap bersabar, jangan kadung panik. Wkwkwk.

Empat tahun Presiden Jokowi memimpin, Prabowo hendak mengkaji lagi beberapa proyek infrastruktur di Indonesia yang telah ditandatangi dalam perjanjian Belt Belt and Road Intitiative bersama Tiongkok. Lumayan kan bisa buat bahan kampanye. Ehhh

Ya, setiap kebijakan tentu ada plus-minusnya. Nah, Prabowo ingin menemukan kekurangan-kurangan tersebut agar bisa menjadi koreksi bagi masyarakat.

Bhaik… bhaik… Tapi mengkajinya pake data kan Pak? Datanya valid kan? Hehehe.

Akankah nasib pembangunan proyek kereta cepat Bandung-Jakarta harus berujung tragis jika Prabowo Subianto terpilih? Click To Tweet

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa beberapa proyek saat ini dinilai baik, namun ada juga beberapa di antaranya dinilai tidak perlu dilanjutkan. Salah satu proyek tersebut adalah pembangun kereta cepat Bandung-Jakarta.

- Advertisement -

Wah, padahal proyek itu salah satu proyek yang disambut sangat baik oleh pemerintahan Jokowi. Tapi emangnya kenapa sih Prabowo berpikir untuk menghentikan proyek tersebut kalau terpilih jadi presiden nanti? Karena anti Tiongkok? Kayaknya nggak deh. Wong Duta Besar untuk Indonesia Xiao Qian pernah disambut Prabowo di kediamannya di Hambalang.

Baca juga :  Jokowi Telah Rendahkan Prabowo?

Kalau kata Hashim, Prabowo itu bukan anti Tiongkok, apalagi Indonesia dan Tiongkok punya hubungan yang sangat baik. Prabowo hanya tidak ingin negara melakukan pemborosan dengan membuat proyek yang tidak terlalu dibutuhkan.

Kayak misalnya kereta cepat Jakarta-Bandung. Konon akan dikenakan tarif Rp 200 ribu sekali jalan. Itu dianggap sangat mahal. Prabowo memperkirakan rakyat akan lebih memilih bus kota sebagai moda transportasi yang lebih murah. Akibatnya kereta cepat jadi tidak laku.

Hmm, tapi kan kalau naik bus kota waktu tempuhnya bisa lebih dari 3 jam. Kalau naik kereta cuma 40 menit. Kalau orang yang lagi buru-buru tentu lebih memilih naik kereta cepat dong? Lagian kalau naik pesawat Jakarta-Bandung, suka delay juga. Malah kadang bisa lebih lama nunggu delay dibanding jarak tempuh pesawatnya. Suka sedih akutuh

Gara-gara ada wacana Prabowo akan menghentikan proyek kereta cepat ini jika terpilih jadi Presiden, kontraktor proyek kereta cepat terus mengebut pekerjaan konstruksi. Mungkin juga sambil berdoa agar Prabowo tak memenangkan pilpres 2019. Siapa tahu loh yaaa… Hihihi. (E36)

spot_img

#Trending Article

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

PSI Bakal Jadi Partai “Gagal”?

Kader-kader pentolan PSI memutuskan keluar dari partai -- mulai dari Tsamara Amany hingga Michael Sianipar. Mungkinkah PSI jadi partai "gagal"?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Lord Rangga Pergi, Indonesia Bersedih?

“Selamat jalan, Lord Rangga! Terima kasih sudah menyuguhkan kritik sosial dengan balutan performance gimmick yang cerdas untuk masyarakat yang memang bingung ini! Suwargi langgeng!” – Warganet PinterPolitik.com Sejumlah...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...